The Great Asia Afrika Lembang, Keliling 7 Negara Tanpa ke Luar Negeri

Kompas.com - 19/07/2020, 14:55 WIB
Pemandangan sebagian area tempat wisata Great Asia Afrika yang dapat kamu lihat dari dekat jalan menurun menuju area miniatur desa Korea Selatan, Bandung, Jumat (17/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianPemandangan sebagian area tempat wisata Great Asia Afrika yang dapat kamu lihat dari dekat jalan menurun menuju area miniatur desa Korea Selatan, Bandung, Jumat (17/1/2020).


KOMPAS.com - Salah satu tempat wisata Bandung yang tengah hits, yaitu The Great Asia Afrika Lembang, sudah buka kembali sejak 13 Juni 2020.

Tempat wisata beralamat di Jalan Raya Lembang - Bandung Nomor 71, Lembang ini terkenal karena menawarkan sensasi keliling tujuh negara tanpa harus harus keluar negeri.

Hal ini dikarenakan terdapat miniatur destinasi wisata terkenal dari tujuh negara yang berdiri. Adapun negara-negara yang ditampilkan berasal dari benua Asia Afrika, sesuai namanya.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung Terbaru, Foto-foto di The Great Asia Afrika Lembang

Para pengunjung bisa melihat beberapa landmark terkenal di negara-negara seperti landmark Thailand, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, India, serta negara dari benua Afrika dan kawasan Timur Tengah.

Salah satu spot berfoto yang terletak dekat di jembatan merah dalam miniatur pedesaan kota Kyoto di area Jepang, Great Asia Afrika, Bandung, Jumat (17/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Salah satu spot berfoto yang terletak dekat di jembatan merah dalam miniatur pedesaan kota Kyoto di area Jepang, Great Asia Afrika, Bandung, Jumat (17/1/2020).

Aktivitas menarik yang bisa dilakukan di The Great Asia Afrika Lembang Bandung

Siapa saja yang berkunjung akan merasa seperti berada di negara-negara tersebut dengan mengelilingi landmark yang telah ditata sedemikian rupa mirip aslinya.

Salah satunya adalah duplikat Fushimi Inari Taisha, kuil Shinto yang berada di Fushimi-ku, Kyoto, Jepang.

Kemudian, pengunjung juga bisa membeli makanan, suvenir, dan belajar kebudayaan dari masing-masing negara.

Ada pula sate khas Afrika yang dijajakan dengan potongan pisang.

Salah satu areanya memperlihatkan miniatur desa tradisional Korea Selatan. Apabila berkunjung ke area tersebut, kamu akan serasa sedang berlibur ke Bukchon Hanok Village.

Baca juga: Great Asia Africa Bandung Kembali Buka, Harga Tiket Naik

 

Replika pedesaan di Kyoto yang berada di area Jepang, Great Asia Afrika, Bandung, Jumat (17/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Replika pedesaan di Kyoto yang berada di area Jepang, Great Asia Afrika, Bandung, Jumat (17/1/2020).

Menjajal pakaian tradisional negara-negara

Tak hanya berfoto dan berkeliling, pengunjung juga bisa menyewa pakaian adat masing-masing negara contohnya pakaian Lehenga Choli yang dikenal berasal dari negara bagian Rajasthan, India.

Pakaian ini sering dipakai pada saat festival, pernikahan, atau acara khusus di India. Usai menyewa, pengunjung bisa langsung foto di salah satu spot miniatur kota Jaipur.

Ada fasilitas transportasi kereta derek untuk berkeliling

Jika merasa lelah berkeliling, kamu bisa menggunakan fasilitas kereta derek. Kereta ini akan memudahkan kamu berkeliling ke setiap landmark yang ada.

Pengelola The Great Asia Afrika telah menyediakan dua buah kereta derek yang siap mengantarkanmu menjelajahi tujuh negara.

Baca juga: Itinerary Wisata Bandung, Sehari Jalan Kaki di Sekitar Gedung Sate

Protokol kesehatan The Great Asia Afrika Lembang

Sejak dibuka kembali 13 Juni 2020, The Great Asia Afrika Lembang Bandung mempunyai waktu operasional mulai pukul 09.00-18.00 WIB setiap harinya.

Selain itu terdapat beberapa protokol kesehatan yang wajib ditaati seluruh pengunjung dan petugas The Great Asia Afrika Lembang di antaranya menggunakan masker, menjaga jarak, mengecek suhu tubuh, dan rajin mencuci tangan.

Sebelumnya, pihak pengelola The Great Asia Afrika Lembang juga hanya mengkhususkan pengunjung untuk KTP Jawa Barat.

Namun mulai 9 Juli 2020, pengunjung asal luar Jawa Barat atau bukan KTP Jawa Barat sudah bisa berkunjung kembali--tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Pemandangan sebagian area Jepang dan India yang terlihat dari jembatan dekat area Middle East di Great Asia Afrika, Bandung, Jumat (17/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Pemandangan sebagian area Jepang dan India yang terlihat dari jembatan dekat area Middle East di Great Asia Afrika, Bandung, Jumat (17/1/2020).

Public Relations and Promotion Great Asia Afrika, Intania Setiati mengatakan, jumlah pengunjung juga dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas keseluruhan. Salah satu cara membatasinya terbilang unik.

“Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan para pengelola tempat wisata untuk menaikkan harga tiket sebesar 30 persen. Yang tadinya Rp 50.000 per orang, naik jadi Rp 65.000. Tapi pengunjung dikasih masker atau face shield,” ungkap Intania saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Panduan protokol kesehatan penyewaan kostum tradisional

Pihak The Great Asia Afrika Lembang melalui akun Instagramnya @thegreatasiaafrica.id juga menyampaikan informasi bahwa penyewaan kostum tradisional sudah boleh dibuka.

Namun, para pengunjung harus memerhatikan ketentuan sebagai berikut

  1. Satu set kostum hanya untuk satu orang per hari
  2. Pemilihan kostum menggunakan iPad/LED Tv untuk mengurangi kontak fisik
  3. Pembatasan ruang penyewaan dan pengembalian kostum secara terpisah dengan pembersihan kedua area yang dilakukan secara berkala
  4. Petugas menggunakan alat pelindung diri

Jika ingin berkunjung taati protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak minimal satu meter, gunakan hand sanitizer dan rajin mencuci tangan, serta pastikan suhu tubuh normal di bawah 37,3 derajat celcius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X