Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Foto Papan Informasi Bandara Soetta Penuh Status Cancelled, Ini Penjelasan AP 2

Kompas.com - 21/07/2020, 19:57 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah foto papan informasi status penerbangan atau flight information display system (FIDS) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, belakangan beredar luas.

Dalam foto tersebut, papan informasi menampilkan status penerbangan yang dibatalkan. Nyaris semua penerbangan di foto tersebut berstatus cancelled.

VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano mengatakan, tulisan cancelled atau batal pada papan informasi itu bukan berarti status penerbangan maskapai tersebut dibatalkan.

Ia menjelaskan, maksud dari tulisan cancelled tersebut adalah untuk menginformasikan sisa slot penerbangan tiap maskapai yang tidak terpakai selama masa pandemi Covid-19.

"Misalnya, Garuda Indonesia memiliki slot 200 penerbangan per harinya. Namun, saat ini di masa pandemi hanya sekitar 30-an slot penerbangan per harinya. Jadi, pada display flight yang ada, sisa slot tidak terpakai, diinformasikan dengan status cancelled," kata Yado melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Penerbangan Citilink Pindah ke Terminal 3 Soekarno-Hatta Mulai 23 Juli

Ia menuturkan, sebelum masa pandemi, masing-masing maskapai penerbangan telah mendapat jatah slot penerbangan lebih banyak pada musim dingin atau panas.

Hal ini karena pada masa-masa tersebut merupakan musim liburan atau musim padat kunjungan (high season). Namun, karena dilanda pandemi, banyak slot penerbangan yang akhirnya tersisa dan tidak terpakai.

Sisa slot penerbangan itulah yang kemudian diinformasikan melalui display flight dengan tulisan "cancelled".

Yado menambahkan, untuk informasi pembatalan penerbangan, masyarakat bisa menghubungi tiap maskapai.

"Bisa dikonfirmasi ke maskapainya. Detailnya jika ada pembatalan, bisa dijelaskan oleh mereka," ujarnya.

Calon penumpang pesawat duduk menanti jadwal pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi.ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA Calon penumpang pesawat duduk menanti jadwal pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi.

Syarat terbaru terbang ke Jakarta

PT Angkasa Pura II (Persero) juga menginformasikan syarat terbaru penumpang pesawat yang terbang dari dan ke Jakarta.

Saat ini, syarat yang dibutuhkan penumpang pesawat tak lagi menggunakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Hal ini berlaku di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta).

Melalui rilis yang diterima Kompas.com, Director of Operation & Service PT AP II, Muhamad Wasid mengatakan, SIKM tidak berlaku lagi lantaran keputusan Pemprov DKI Jakarta yang menggantinya dengan pemeriksaan Corona Likelihood Metric (CLM).

Baca juga: Syarat Terbaru Penumpang Pesawat dari dan ke Jakarta, Tak Pakai SIKM

Namun, ia menerangkan bahwa pemeriksaan CLM di bandara Soekarno-Hatta hingga kini belum dilakukan.

Penumpang tetap dilakukan pemeriksaan terkait protokol kesehatan yaitu Health Alert Card (HAC) atau electronic Health Alert Card (e-HAC), serta pengukuran suhu tubuh melalui thermal scanner.

"Sudah tidak ada lagi pemeriksaan SIKM, tetapi tetap dilakukan pemeriksaan HAC atau e-HAC, dan pengukuran suhu tubuh bagi penumpang yang tiba," kata Wasid seperti dikutip rilis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com