Liburan ke Desa Wisata Osing Banyuwangi, Bisa Belajar Tari Gandrung

Kompas.com - 22/07/2020, 10:21 WIB
Ilustrasi kopi tubruk. SHUTTERSTOCK/M. RINANDAR TYASIlustrasi kopi tubruk.

 

Ada festival ngopi

Selain menikmati pertunjukan dan berlatih tari gandrung, wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Osing juga bisa menikmati festival kopi.

“Di desa ini juga ada Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Disajikan sepuluh ribu cangkir. Di sana mereka akan open house, sediakan kopi dan makanan kecil,” ujar Rery.

“Siapapun boleh mampir sambil ngobrol di sana. Disajikan pakai cangkir jadul. Itu menarik sekali, dan itu bebas biaya,” imbuhnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menuturkan, wisatawan yang mengikuti festival ini tidak hanya dapat menyeduh kopi, juga mendapatkan edukasi tentang kopi.

Baca juga: Berakhir Pekan di Banyuwangi, dari Kebo-keboan hingga Festival Ngopi

“Jenis-jenis kopi yang ada di Banyuwangi akan dihadirkan pada festival Ngopi sepuluh Ewu agar masyarakat tahu kopi asli Banyuwangi,” kata Abdullah kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda, menuturkan bahwa ide festival tersebut muncul dari tradisi masyarakat Kemiren.

Dia menuturkan, masyarakat Kemiren memiliki istilah “sak corot dadi seduluran”. Artinya adalah sekali seduh kita bersaudara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X