Kompas.com - 22/07/2020, 13:50 WIB
Calon penumpang pesawat duduk menanti jadwal pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang pesawat duduk menanti jadwal pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi.

 

Ragam catatan penting dokumen naik pesawat, hasil rapid tes harus hardcopy

Dionisius memberi catatan penting bagi calon penumpang pesawat lainnya. Berdasarkan pengalamannya, hasil rapid test yang dibawa haruslah berupa hard copy.

"Enggak boleh yang soft copy. Itu aja sih, kalau buat pengecekan rapid test," terangnya.

Baca juga: Syarat Terbaru Penumpang Pesawat dari dan ke Jakarta, Tak Pakai SIKM

Setelah selesai validasi rapid test di bandara keberangkatan, dirinya mengatakan akan ada proses pemeriksaan hasil rapid lagi di bandara kedatangan.

Apa yang perlu diisi dalam formulir e-HAC?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain membawa hasil rapid test, Dionisius menceritakan bahwa penumpang juga wajib mengunduh dan mengisi formulir e-HAC atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan.

Menurutnya, para penumpang bisa mengunduh dan mengisinya langsung di bandara. Selesai mengunduh, penumpang diminta mengisi formulir yang isinya data-data penumpang secara detail.

"E-HAC ini diisi, intinya nanti mau tinggal di mana sama asal passenger dari mana. Nanti dapat barcode gitu buat di-scan sama petugas di bandara kedatangan," ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman Dionisius, berikut Kompas.com rangkum proses penumpang mulai tiba di bandara keberangkatan hingga tiba di bandara kedatangan, setelah SIKM dihapus

  1. Penumpang tiba di bandara sudah dengan membawa hasil rapid test non reaktif dalam bentuk hard copy
  2. Penumpang akan dicek atau validasi hasil rapid tes oleh petugas bandara keberangkatan
  3. Penumpang diminta mengisi formulir e-HAC, kalau belum punya bisa mengunduhnya terlebih dahulu di Play Store atau App Store. Dapat juga diakses melalui inahac.kemkes.go.id
  4. Selesai mengisi formulir e-HAC, penumpang mendapatkan barcode yang digunakan untuk pemeriksaan berikutnya di bandara kedatangan
  5. Penumpang melakukan check-in 
  6. Tiba di bandara kedatangan, penumpang diminta menunjukkan hasil validasi rapid test yang telah dilakukan di terminal keberangkatan

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.