Tips Wisata ke Kawah Ijen di Banyuwangi

Kompas.com - 22/07/2020, 15:10 WIB
Kawah Ijen, salah satu tempat wisata di Banyuwangi. KOMPAS.com/DESY KRISTI YANTIKawah Ijen, salah satu tempat wisata di Banyuwangi.

JAKARTA, KOMPAS.comKawah Ijen merupakan salah satu dari dua tempat yang memiliki fenomena alam Blue Fire atau Api Biru.

Kendati demikian, sebelum berkunjung ke sana, ada beberapa tips yang harus dilakukan agar perjalanan selama berada di Kawah Ijen lebih nyaman dan aman.

“Tolong kondisi harus prima. Kalau saya sarankan, anak-anak kecil jangan dibawa karena (medan) berat,” kata Head of Domestic Products Panorama JTB Tours, Rery Sankyo.

Hal tersebut diungkapkan olehnya dalam acara Live Instagram Kompas.com Travel Talk “Jalan-jalan ke Banyuwangi, Bisa Nikmati Apa Saja?”, Selasa (21/7/2020).

Dia menuturkan, saat wisatawan berkunjung ke sana, mereka tidak hanya naik gunun, juga turun ke kawahnya. Rery menganggapnya seperti masuk ke perut bumi.

Baca juga: Liburan ke Desa Wisata Osing Banyuwangi, Bisa Belajar Tari Gandrung

Wisatawan mancanegara berada di dalam kawah gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Wisatawan mancanegara berada di dalam kawah gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.

Meski disarankan untuk tidak membawa anak, tetapi jika kamu ingin membawa anak, Rery menyarankan agar anak berada di usia 12 tahun ke atas.

Sementara untuk batas usia berkunjung ke Kawah Ijen tidak ada, karenabeberapa orang yang berada di usia sekitar 60 tahun masih ada yang bugar dan sanggup mendaki.

“Anak-anak baiknya dibatasi, jangan membawa balita. Kalau memang kondisi prima sekali, anak biasa olahraga, usia 10 – 11 tahun oke. Sebelum berangkat, anak harus dibiasakan jalan,” ujar Rery.

Baca juga: 4 Wisata Alam di Banyuwangi, dari Kawah Ijen hingga Alas Purwo

  • Bawa masker respirator

Selain disarankan untuk tidak membawa anak jika mereka tidak dalam kondisi fit dan tidak biasa jalan kaki, Rery menyarankan agar wisatawan menggunakan masker saat berkunjung ke Kawah Ijen.

Namun masker yang digunakan bukanlah masker biasa, melainkan khusus. Masker tersebut dapat memfilter bau belerang yang sangat menyengat.

“Harus pakai masker respirator. Sebenarnya di sana disewain, tapi dalam kondisi saat ini baiknya bawa sendiri. Kita gak tahu itu bekas siapa,” tutur Rery.

Baca juga: Pilihan Wisata Alam di Banyuwangi, Cocok untuk Wisatawan Keluarga

 

Siluet wisatawan mengabadikan api biru (Blue Fire) di kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Siluet wisatawan mengabadikan api biru (Blue Fire) di kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.

  • Pakai baju yang nyaman dan jaga kondisi tubuh

Rery menyarankan agar wisatawan membawa jaket. Pakaian dan sepatu yang nyaman untuk mendaki pun disarankan.

Jika pakaian yang sesuai untuk berwisata alam di Kawah Ijen sudah disiapkan, ada baiknya kamu masukkan asupan gizi yang baik agar tubuh daya tahan tubuh prima.

  • Mendaki sekitar pukul 01:00 WIB

Apabila tidak ingin ketinggalan melihat api biru, kamu bisa mulai mendaki sekitar pukul 01:00 WIB. Meski waktu tempuh sekitar dua jam, namun hal tersebut tergantung pada kondisi fisik.

Kondisi tubuh yang kurang baik mungkin akan memengaruhi kecepatanmu mendaki. Hal ini juga mungkin akan membuatmu melewati fenomena alam yang akan semakin kecil menjelang pukul 05:00 WIB.

Baca juga: Staycation di Banyuwangi, 6 Penginapan Dekat Pantai Solong

Siluet wisatawan mengabadikan api biru (Blue Fire) di kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Siluet wisatawan mengabadikan api biru (Blue Fire) di kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.

  • Berkunjung saat musim kemarau

Tidak hanya saat berkunjung ke Kawah Ijen, namun Rery menyarankan agar wisatawan berkunjung ke Banyuwangi pada musim kering.

“Karena Banyuwangi banyak wisata alam, saya sarankan musim panas atau kemarau. Kalau wisata alam pas musim hujan, terlebih saat hujan deras, enggak nyaman,” kata Rery.

Pada musim kemarau, api biru cenderung lebih besar. Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Ijen adalah sekitar Juli–September.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Banyuwangi Demi Wisatawan Merasa Aman?

Perlu diingat, pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker.

Kemudian mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X