Gili Mantra Lombok Didominasi Turis Lokal dan Bali

Kompas.com - 23/07/2020, 14:50 WIB
Fasilitas cuci tangan portabel terpasang di salah satu kedai di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6/2020). Pemerintah Kabupaten Lombok Utara siap menyambut fase new normal di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, menyusul kawasan wisata tiga gili itu masih berstatus zona hijau atau dinyatakan nol kasus positif Covid-19. KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATIFasilitas cuci tangan portabel terpasang di salah satu kedai di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6/2020). Pemerintah Kabupaten Lombok Utara siap menyambut fase new normal di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, menyusul kawasan wisata tiga gili itu masih berstatus zona hijau atau dinyatakan nol kasus positif Covid-19.


KOMPAS.com - Wisata Gili Mantra yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air mengatakan telah siap untuk menerima kembali kunjungan wisata baik lokal maupun nusantara.

Gili Mantra juga sudah memiliki fasilitas kesehatan di antaranya dokter hingga fasilitas penunjang pencegahan penanganan Covid-19 seperti tempat rapid test wisatawan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan, Acok Zani Bassok saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/7/2020).

"Kami itu sudah siap fasilitas kesehatannya. Misalnya, pembukaan hotel-hotel itu harus sesuai standar penanganan Covid-19. Kami juga ada fasilitas rapid test untuk wisatawan," kata Acok.

Baca juga: Wisata Tiga Gili Lombok Akan Dibuka Kembali

Namun, ia mengungkapkan bahwa Gili Mantra masih membutuhkan bantuan lainnya yaitu dokter dari pemerintah pusat.

Hal ini dikarenakan, kata dia, semua dokter yang ada di lokasi wisata Gili Mantra berasal dari swasta.

"Kami sedang usahakan bagaimana harus ada dokter dari pemerintah di sini setiap bulannya. Karena yang di sini itu dokter swasta. Kita kerjasama sama dengan klinik untuk dokter itu," kata Acok.

"Nah, kita kemarin habis rapat dengan Kapolres dan kita bicarakan agar ada dokter dari pemerintah yang standby," jelasnya.

Ilustrasi Gili Meno.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Gili Meno.

Wisata Gili Mantra tak pernah ditutup

Ketika ditanya apakah wisata Gili Mantra sudah buka kembali, ia mengutarakan, sejak awal munculnya Covid-19, Gili Mantra tak pernah menutup wisatanya.

Namun, ketika Covid-19 muncul, diakuinya Gili Mantra langsung melakukan protokol kesehatan salah satunya membatasi kapasitas kunjungan.

"Sebenarnya enggak pernah kita tutup, cuma awal kemarin pas Covid-19 itu ada, pembatasan kapasitas pengunjung saja yang kita lakukan. Bukan berarti kita menutup wisata. Tetap ada wisatawan yang lama-lama di sini," terangnya.

Baca juga: Kawasan Wisata Tiga Gili di Lombok Tutup Sementara untuk Cegah Corona

 

Ilustrasi Gili Air.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Gili Air.

Menurutnya, wisatawan dari luar daerah Nusa Tenggara Barat juga masih tinggal dan berwisata di Gili Mantra selama pandemi.

Misalnya, sebut dia, wisatawan yang masih ada dan datang ke Gili Mantra berasal dari lokal dan daerah terdekat yaitu Bali.

Ia mengakui, sejauh ini lebih banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke Gili Mantra.

"Saat ini lebih banyak dari lokal saja daripada wisman. Lokal pun juga kalau mau wisata ke sini, harus pakai protokol Covid-19. Namun, tidak perlu pakai test rapid atau test swab. Kalau dari luar daerah baru pakai itu," jelasnya.

Jumlah wisatawan di Gili Trawangan, ada 100 orang

Meski masih ada yang berkunjung ke Gili Mantra, tetapi diakui banyak wisatawan memilih wisata di Gili Trawangan selama pandemi.

Baca juga: Wisata ke Gili Trawangan, Bisa Apa Saja?

"Wisatawan yang ada tinggal di Gili Trawangan saja, setahu saya sekitar 100-an lah. Tapi itu ada juga yang dari Surabaya, Jakarta, Bali, Mataram," ungkapnya.

Gili Trawangan merupakan salah satu kawasan tiga gili di Kabupaten Lombok Utara, NTB yang siap dikunjungi wisatawan di era new normal.

Siapa saja yang berwisata di Gili Trawangan harus menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengecek suhu tubuh di setiap lokasi wisata.

Wisatawan bisa menikmati beragam atraksi wisata seperti berenang di tepi laut, snorkeling, bersepeda di pinggir pantai, atau bahkan naik kendaraan delman khasnya yaitu cidomo.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X