Kompas.com - 30/07/2020, 10:30 WIB


KOMPAS.com - Wisata Gunung merupakan salah satu jenis wisata alam yang dibuka kembali setelah tutup untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, sejak pembukaan beberapa jalur pendakian gunung, muncul kembali kejadian pendaki yang hilang, bahkan meninggal dunia.

Oleh karena itu, keamanan dan keselamatan kembali menjadi pertanyaan bagi aktivitas wisata gunung.

Baca juga: Tips Naik Gunung, Kenali Gejala dan Cara Atasi Hipotermia

Dokter Siswo Putranto Santoso mengatakan, para pendaki gunung kerap abai soal bagaimana cara mendaki gunung itu sendiri.

Lantas apa saja yang harus dipahami?

Menurut dokter asal RS Umum Adhyaksa itu, sebelum mendaki, para pendaki harus mengetahui karakteristik gunung.

"Ketahui dulu informasi dari gunung itu gimana. Apalagi kita baru pemula atau pertama, ya sebaiknya ditemani pemandu atau orang, jangan sendirian," kata  Siswo yang juga kerap disebut dokter gunung Indonesia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Baca juga: 5 Tips Agar Tidak Hipotermia saat Mendaki Gunung

Siswo menuturkan, karakteristik gunung berpengaruh terhadap apa yang akan disiapkan sebelum pendakian.

Misalnya, jika gunung yang hendak dikunjungi terbilang tinggi di atas 3.000 mdpl, maka perlu dibutuhkan persiapan fisik lebih ketat.

 

Gunung Lawu kembali bertopi  Rabu pagi Sejumlah warga menyaksikan fenomena Gunung Lawu bertopi dari pukul 0600 WIB hingga pukul 0700 WIB. Topi awan di Atas Gunung Lau berbentuk baret.KOMPAS.COM/SUKOCO Gunung Lawu kembali bertopi Rabu pagi Sejumlah warga menyaksikan fenomena Gunung Lawu bertopi dari pukul 0600 WIB hingga pukul 0700 WIB. Topi awan di Atas Gunung Lau berbentuk baret.

  • Paham vegetasi di gunung

Pendaki gunung juga perlu mengetahui persoalan vegetasi atau tumbuh-tumbuhan di gunung. Hal ini berfungsi agar tidak menyulitkan jika tersasar.

"Vegetasi itu kan tumbuh-tumbuhan, yang mana contohnya kayak di Gunung Salak itu kan vegetasinya sama semua. Kalau kita lihat kiri kanan itu kondisinya sama semua, nah sering kita bingung itu," terangnya.

Baca juga: Berencana Mendaki Gunung Semeru? Perhatikan 5 Hal Ini

Ia menjelaskan, setiap gunung memiliki vegetasi yang berbeda masing-masingnya. Untuk itu, kata dia, sebelum pendakian hal-hal seperti ini wajib diketahui pendaki.

Caranya adalah dengan mencari informasi yang ada baik melalui buku atau sarana internet. Pendaki juga bisa bertanya kepada orang atau teman yang pernah mendaki gunung tersebut sebelumnya.

ilustrasi pendaki berjalan ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah ilustrasi pendaki berjalan

  • Ketahui jalan naik dan turun gunung

Sebelum mulai pendakian, kata dia, sudah pasti pendaki harus mengetahui akses jalan pada saat naik dan turun gunung.

Baca juga: Berencana Mendaki Gunung? Ketahui Ini Biar Tak Salah Mengerti tentang Hipotermia

Lagi-lagi hal ini menurutnya wajib menjadi poin penting dalam pendakian gunung. Untuk itu, saling bertukar informasi dan pengetahuan tentang gunung menjadi hal wajib bagi pendaki.

"Ini kan termasuk informasi perjalanan mulai dari naik dari mana turunnya di mana, berapa lama kekuatan fisik kita, lalu cuaca juga sering berubah kalau di gunung," ujarnya.

 

Pos V Bulak Peperangan Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pos V Bulak Peperangan Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho.

  • Ketahui waktu hujan di daerah pegunungan

Selain mempersiapkan informasi trek jalur pendakian, pendaki wajib mengetahui perihal cuaca terutama jika terjadi hujan di gunung.

Siswo mengungkapkan, pendaki gunung wajib mengetahui kapan waktu hujan orografis di gunung.

"Hujan orografis itu hujan yang terjadi di daerah pegunungan. Nah, minimal kita harus tahu, hujan orografis itu terjadi sekitar jam 11.00-14.00, kita harus pentingin itu," katanya.

Baca juga: Jangan Nekat Naik Gunung, Ini 4 Panduan jika Lama Tidak Mendaki

Semua pendaki pasti mengingikan agar perjalanan pendakian gunung mulai dari naik hingga turun dapat berjalan aman dan lancar.

"Maka dari itu informasi karakteristik gunung itu disiapkan. Karena kita mau naik gunung itu nyaman atau pun aman. Naik sampai di atas, lalu turun lagi dengan aman," katanya.

Namun, ia mengingatkan, mendaki gunung bukan merupakan hal yang mudah. Oleh karena itu, ia menyarankan bagi para pemula untuk mendaftar ke organisasi pencinta alam.

Hal ini berfungsi mendapatkan bimbingan sebelum mendaki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.