Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Prau via Dieng Buka, Catat Syarat Pendakiannya

Kompas.com - 01/08/2020, 15:10 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Jalur pendakian Gunung Prau via Dieng resmi dibuka untuk umum mulai hari ini, Sabtu (1/8/2020). Dengan pembukaan untuk umum ini, base camp Prau Via Dieng telah resmi memasuki tahap uji coba kedua di era adaptasi kebiasaan baru.

Sebelumnya, jalur Dieng telah dibuka sejak pertengahan Juli 2020 bersamaan dengan empat jalur pendakian lainnya.

Namun pada pembukaan kala itu baru terbatas untuk pendaki asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kabar pembukaan pendakian untuk umum ini dituliskan akun Instagram resmi base camp Prau via Dieng @basecamp_prau_dieng.

"Kabar gembira buat yang sudah rindu Gunung Prau. Tahap uji coba ke 2 telah dibuka, kami melayani pendaki yang persyaratannya lengkap sesuai protokol kesehatan dan peralatan sesuai SOP pendakian, no safty no happy," tulis akun @basecamp_prau_dieng.

Baca juga: Embun Es Dieng, 2 Lokasi untuk Rasakan Winter di Jawa Tengah

Tertarik mendaki gunung berketinggian 2.565 mdpl tersebut? Berikut Kompas.com rangkum ketentuan dan persyaratan pendaki di era adaptasi kebiasaan baru

Gunung PrauRIZAL SETYO NUGROHO/KOMPAS.com Gunung Prau

  • Wajib membawa surat keterangan sehat

Para pendaki Gunung Prau via Dieng wajib membawa dan menunjukkan surat keterangan sehat pada saat registrasi pendakian.

Hal ini merupakan syarat mutlak agar dapat melakukan pendakian hingga puncak Prau. Para pendaki juga harus dalam keadaan sehat dan tidak dalam kondisi bergejala batuk, pilek, demam maupun flu.

Baca juga: Kuota Pendaki di Gunung Prau Dibatasi, Catat Jumlahnya

  • Protokol kesehatan tetap berlaku

Para pendaki wajib menaati protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Selain itu, para pendaki juga wajib membawa peralatan sendiri.

 

Padang Sabana di Gunung Prau yang melewati jalur pendakian via Dieng atau Kalilembu.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Padang Sabana di Gunung Prau yang melewati jalur pendakian via Dieng atau Kalilembu.

  • Kuota pendakian 50 persen

Bagi para pendaki akan dibatasi kunjungannya 50 persen dari kapasitas normal. Hal ini untuk menghindari adanya kepadatan atau kerumunan.

Adapun kuota pendakian Gunung Prau via Dieng 250 orang per harinya.

  • Wajib membawa masker dan sarung tangan cadangan

Selain wajib menerapkan protokol kesehatan, salah satunya adalah pendaki harus membawa masker dan sarung tangan cadangan.

Baca juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Prau yang Buka pada Tahap Uji Coba

Masker dan sarung tangan digunakan selama empat jam dan setelahnya wajib mengganti dengan yang baru.

Hal ini untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan para pendaki selama pendakian di era adaptasi kebiasaan baru.

 

Panorama di salah satu puncak Gunung PrauKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Panorama di salah satu puncak Gunung Prau

  • Wajib membawa hand sanitizer

Selain mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, para pendaki juga diwajibkan membawa hand sanitizer agar digunakan ketika pendakian.

Hal ini karena di gunung, untuk mencari air cukup sulit. Oleh karena itu, pendaki disarankan me,mbawa hand sanitizer sendiri sebelum mendaki.

  • Peraturan sebelum pandemi Covid-19 masih berlaku

Selain protokol kesehatan Covid-19, para pendaki juga wajib menaati peraturan pendakian yang ada sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: 7 Perlengkapan Mendaki Wajib Bawa agar Terhindar dari Hipotermia

Adapun peraturan pendakian yang wajib ditaati pendaki seperti membawa sleeping bag, matras, peralatan dan bahan memasak, tenda, jaket tebal atau hangat, baju ganti, dan terakhir alat P3K.

Hal ini untuk mencegah pendaki mengalami kedinginan dan hipotermia saat di gunung.

  • Kapasitas tenda diisi 50 persen

Peraturan lain yang wajib ditaati pendaki adalah mengisi tenda dengan 50 persen dari kapasitai normal.

Jika kapasitas tenda biasanya berisi empat orang, maka di era baru ini kapasitasnya hanya bisa diisi dua orang. Begitu juga dengan tenda dome atau tenda yang lebih besar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com