Relaksasi PSBB, Laju Perjalanan pada Juni 2020 Mulai Bergeliat

Kompas.com - 03/08/2020, 21:08 WIB
Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi.


KOMPAS.com - Sektor transportasi yang terdampak akibat pandemi Covid-19, perlahan mulai bergeliat kembali.

Hal tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Juni 2020 yang dilaporkan, Senin (3/8/2020) melalui Live Streaming Youtube BPS Statistics.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, perkembangan transportasi angkutan udara domestik misalnya mengalami kenaikan dari bulan Mei 2020. Pada Juni 2020 meningkat menjadi 0,78 juta orang.

Baca juga: Catat, Syarat Terbaru Naik Kereta Api Jarak Jauh

"Yang tadinya 0,09 juta pada bulan Mei, meningkat jadi 0,78 juta pada bulan Juni. Artinya meningkat 791,38 persen," kata Suhariyanto.

Sementara itu, jika dibandingkan pada perkembangan penerbangan domestik Juni 2019, masih mengalami penurunan sebesar 88,97 persen.

Selain itu, untuk penerbangan internasional juga mengalami kenaikan month to month sebesar 54,70 persen. Namun masih mengalami penurunan tajam jika dibandingkan tahun lalu, turun sebanyak 98,84 persen.

"Meski jumlahnya masih sedikit, tapi ada kenaikan jika dibandingkan bulan Mei 2020, yaitu sebesar 54,70 persen," lanjutnya.

Situasi kereta apiDOKUMENTASI HUMAS KAI Situasi kereta api
Hal yang sama juga terjadi pada moda transportasi lainnya yaitu Kereta Api. Ia menjabarkan perkembangan transportasi kereta api mengalami kenaikan month to month sebesar 69,40 persen.

Namun, jika dibandingkan tahun lalu, pergerakan penumpang yang menggunakan kereta api masih turun jauh sebesar 73,53 persen.

Baca juga: Sekitar 4.000 Penumpang Pesawat Tiba di Bali pada Hari Pertama Pariwisata Buka

Moda transportasi lainnya yaitu angkutan laut, kata dia, juga mengalami kenaikan month on month sebesar 134,10 persen.

"Mei 2020 jumlah penumpangnya hanya sebesar 0,28 juta orang. Artinya naik 134,10 persen month to month. Sementara untuk angkutan kapal barang itu mengalami kenaikan baik month to month maupun year on year," jelasnya.

Baca juga: Setelah SIKM Dihapus, Dokumen Apa Saja yang Jadi Syarat Terbang di Bandara Soetta?

Pada Juni 2020, kapal berpenumpang tercatat mengalami kenaikan 0,65 juta orang. Sementara itu, penurunan jika dibandingkan tahun lalu yaitu Juni 2019, sebesar 72,67 persen.

Suhariyanto menambahkan, jika ingin memulihkan perekonomian nasional, kunci pentingnya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

ILUSTRASI - Kapal Pelnihttps://www.facebook.com/pelni162 ILUSTRASI - Kapal Pelni

"Pentingnya memulihkan perekonomian nasional caranya adalah dengan kerjasama yang erat dari kita semua untuk tetap patuh pada protokol kesehatan. Sehingga kita semua tetap bisa beraktivitas dan tetap dalam kondisi yang sehat," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X