Kompas.com - 04/08/2020, 18:04 WIB
Savana Propok di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB. Instagram @gunungrinjani_nationalparkSavana Propok di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

"Fine-fine saja. Protokol kesehatan dari tanggal 7 itu tidak ada accident. Kali ini ada accident, lalu pertanyaannya, bagaimana kami menyikapi itu?," kata Dedy.

Ia melanjutkan, akan lebih soft menangani kejadian itu karena baru terjadi tahun ini. Terlebih, Pokdarwis sebagai pengelola yang bekerja sama dengan TNGR bukan pengusaha besar, sehingga tentu ada kendala.

Pihaknya pun memastikan akan memperkuat kelembagaan Pokdarwis setelah kejadian tersebut karena kerja sama antara TNGR dan Pokdarwis baru berjalan tahun ini.

Alasan lain dia tak memberi hukuman kepada Pokdarwis adalah, mereka bersedia dibina setelah kejadian itu.

Baca juga: Catat, 8 Tempat Wisata Non Pendakian TN Gunung Rinjani

"Mereka bahkan bilang, kalau perlu cabut saja izin pengelolaannya. Lalu saya bilang, saya gak akan cabut izin ini. Saya punya kewajiban untuk menguatkan kelembagaannya," imbuh Dedy.

Saat video pesta tersebut viral, Pokdarwis langsung memberikan klarifikasi dan memohon maaf kepada dirinya.

"Dulunya anggota pokdarwis ini kan perambah yang melakukan aktivitas ilegal di kawasan TNGR. Kami lalu mengajak mereka untuk mengelola tempat ini sebagai daerah wisata," ujar Kepala Balai TNGR itu.

Pihak TNGR dan Pokdarwis pun tak akan tinggal diam saat Savana Propok ditutup. akan dilakukan evaluasi bersama stakeholder, pemerintah daerah, dan tim Gugus Tugas Covid-19.

Baca juga: FOTO: 6 Foto Gunung Rinjani, Salah Satu Gunung Tertinggi di Indonesia

"Kami evaluasi soal apa yang harus dilakukan sebelum dibuka kembali. Bisa jadi penguatan screening di bawah, memastikan yang terbawa ke atas itu bisa berpotensi menimbulkan keributan. Ini salah satunya saja ya," kata Dedy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.