Garuda Indonesia Promo Penerbangan Domestik, Harga Tiket Mulai Rp 400.000-an

Kompas.com - 08/08/2020, 17:05 WIB
Seri pesawat boeing 737 NG (737-800) Garuda Indonesia. WikimediaSeri pesawat boeing 737 NG (737-800) Garuda Indonesia.

KOMPAS.com – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menawarkan harga promo bagi penerbangan domestik dari Jakarta untuk pembelian tiket hingga 13 Agustus 2020.

Berdasarkan informasi dalam situs resminya, promo tersebut berlaku untuk jadwal penerbangan pada 7 – 13 Agustus 2020.

Adapun promo berlaku untuk penerbangan sekali jalan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan Kelas Ekonomi.

Baca juga: Syarat Terbaru Naik Pesawat, Tunjukkan Hasil Rapid Test

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut daftar harga tiket yang sedang promo yang telah Kompas.com rangkum, Sabtu (8/8/2020):

  1. Jakarta (CGK) – Palembang (PLM) mulai dari Rp 494.000.
  2. Jakarta (CGK) – Semarang (SRG) mulai dari Rp 633.000.
  3. Jakarta (CGK) – Yogyakarta (JOG) mulai dari Rp 664.000.
  4. Jakarta (CGK) – Solo (SOC) mulai dari Rp 698.000.
  5. Jakarta (CGK) – Surabaya (SUB) mulai dari Rp 854.000.
  6. Jakarta (CGK) – Pontianak (PNK) mulai dari Rp 928.000.
  7. Jakarta (CGK) – Pekanbaru (PKU) mulai dari Rp 1.000.000.
  8. Jakarta (CGK) – Batam (BTH) mulai dari Rp 1.000.000.
  9. Jakarta (CGK) – Padang (PDG) mulai dari Rp 1.000.000.
  10. Jakarta (CGK) – Balikpapan (BPN) mulai dari Rp 1.100.000.
  11. Jakarta (CGK) – Medan (MES) mulai dari Rp 1.200.000.

Promo tersebut berlaku untuk pembelian tiket di situs Garuda Indonesia, aplikasi GIA Mobile, Contact Center, semua kantor penjualan Garuda Indonesia, gerai, dan agen perjalanan.

Syarat terbang Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki sejumlah syarat penerbangan yang harus dipatuhi penumpang selama era new normal.

Syarat tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Covid-19.

Syarat juga tertuang dalam SE Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/MENKES/338/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga: Seragam Pramugari Garuda Indonesia Selama Pandemi, Seperti Apa?

Untuk penerbangan domestik, setiap orang diperbolehkan melakukan penerbangan selama membawa surat kesehatan dengan hasil tes bebas Covid-19.

Bagi penumpang yang daerah keberangkatannya tidak memiliki fasilitas tes Covid-19, terdapat syarat lain.

Penumpang bisa mengganti hasil tes bebas Covid-19 dengan surat keterangan bebas gejala influenza yang dikeluarkan dokter rumah sakit atau puskesmas setempat.

Masa berlaku sura kesehatan dengan hasil tes rapid non-reaktif berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan fasilitas kesehatan. Khusus penerbangan ke Biak, hasil tes berlaku maksimal 7 hari.

Baca juga: Naik Pesawat Garuda Bisa Sekalian Tes Rapid dan Swab, Apa Syaratnya?

Selanjutnya, surat kesehatan dengan hasil tes PCR/swab negatif berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan fasilitas kesehatan.

Selain persyaratan tersebut, ada kemungkinan penumpang mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas bandara tujuan atau mengisi surat pernyataan lain sesuai ketentuan pemerintah setempat.

Penumpang juga diimbau menyiapkan fotokopi semua berkas persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke petugas check-in.

Kemudian, penumpang disarankan mengunduh aplikasi Peduli Lindungi, memakai masker di bandara dan selama penerbangan, serta mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (E-HAC) di https://inahac.kemkes.go.id/ atau unduh aplikasi E-HAC di smartphone.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X