Pariwisata Bisa Bangkit Lebih Baik Setelah Vaksin Ditemukan

Kompas.com - 14/08/2020, 08:02 WIB
Wisatawan berkuda di kawasan Gunung Bromo Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafWisatawan berkuda di kawasan Gunung Bromo

Sebelum vaksin ditemukan, perjalanan domestik jadi tumpuan

Namun, jauh sebelum vaksin itu ditemukan, Wishnutama menerangkan, agen perjalanan dan industri pariwisata sementara ini tetap berharap dengan meningkatkan pelayanan perjalanan domestik.

Oleh karena itu, pada masa ini, wisatawan nusantara (wisnus) menjadi yang paling utama untuk bisa menggerakkan pariwisata.

"Saat ini yang kita mungkinkan adalah perjalanan domestik atau wisatawan nusantara. Kita dapat membantu mendorong bangkitnya kembali, sendi-sendi di sektor pariwisata melalui wisnus," ujarnya.

Baca juga: Wishnutama Tinjau Protokol Kesehatan di Bioskop yang Akan Kembali Dibuka

Sementara itu, ia mengatakan bahwa untuk saat ini wisatawan mancanegara (wisman) masih belum bisa berwisata. Menurut dia, pergerakan wisman datang kembali ke Indonesia masih membutuhkan waktu.

Hal tersebut, kata dia, karena masih adanya penutupan perbatasan di beberapa negara yang tidak memungkinkan warganya ke Indonesia.

"Banyak negara juga masih memiliki tantangan ini dan itu dalam menghadapi Covid-19. Tapi, sekali lagi saya meyakini bahwa nanti setelah vaksin didistribusikan segala sesuatu akan jauh lebih baik," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X