Kompas.com - 14/08/2020, 09:02 WIB

1. Mesin tik milik perwira Nazi

Usai Soekarno menulis naskah proklamasi, teks harus diketik. Namun, di sana tidak ada mesin tik berhuruf latin, sehingga pembantu Laksamana Maeda, Satzuki Mishima, pergi ke kantor militer Jerman.

Setibanya di sana, Mishima bertemu perwira angkatan laut Nazi Jerman bernama Mayor Kandelar yang bersedia meminjamkan mesin tik.

Sejarah itu diungkapkan dalam buku 17-8-1945, Fakta, Drama, Misteri karya Hendri F Isnaeni terbitan Change (2015).

Saat ini, mesin tik milik perwira Nazi tersebut tersimpan di museum. Selama berkunjung, kamu bisa berswafoto ria dengan saksi bisu sejarah Indonesia tersebut.

2. Komik digital

Meski merupakan bangunan bersejarah, museum ini sudah dilengkapi dengan fasilitas modern, seperti beberapa komputer yang menyajikan informasi digital lengkap.

Baca juga: Cerita Naskah Proklamasi dan Mesin Tik Milik Perwira Nazi

Adapun, informasi yang bisa dibaca, antara lain adalah seputar peristiwa dan toko-tokoh yang terlibat dalam proklamasi.

Tidak hanya itu, komputer tersebut juga memiliki Komik Digital dari setiap tokoh tersebut. Melalui komik digital, pengunjung bisa membaca sejarah dan peran masing-masing tokoh.

3. Koleksi pribadi para tokoh

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.