4 Tren Wisata Saat PSBB Transisi, Staycation hingga Transportasi Darat

Kompas.com - 14/08/2020, 21:15 WIB
Petugas mengalungkan bunga untuk menyambut penumpang pesawat rute domestik yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (31/7/2020). Pemerintah Provinsi Bali mulai membuka sektor pariwisata bagi wisatawan domestik pada Jumat (31/7) dengan sejumlah persyaratan yang mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas untuk memberi pelindungan, kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung selama masa pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFPetugas mengalungkan bunga untuk menyambut penumpang pesawat rute domestik yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (31/7/2020). Pemerintah Provinsi Bali mulai membuka sektor pariwisata bagi wisatawan domestik pada Jumat (31/7) dengan sejumlah persyaratan yang mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas untuk memberi pelindungan, kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung selama masa pandemi Covid-19.


KOMPAS.com - Relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke PSBB Transisi menjadi tahap mulai bergeraknya kembali sektor pariwisata di Indonesia, khususnya pariwisata lokal.

Hal tersebut juga sudah diyakini oleh CMO Traveloka & CEO Traveloka Experience, Christian Suwarna. Ia mengakui, pelonggaran PSBB berdampak dengan munculnya peningkatan wisatawan.

"Ketika ada pelonggaran PSBB tentu kita melihat adanya pergerakan wisata yang meningkat," kata Christian kepada Kompas.com saat sesi tanya jawab Konferensi Pers Virtual Traveloka Clean Partners, Kamis (13/8/2020).

Namun, Christian memberikan catatan, definisi wisata yang dimaksud sedikit berbeda.

"Kalau dulu wisata bepergian jarak jauh harus menggunakan pesawat terbang dan lain-lain. Kita melihat ada shifting terhadap wisata lokal," katanya.

Baca juga: Relaksasi PSBB, Laju Perjalanan pada Juni 2020 Mulai Bergeliat

Berikut empat tren wisata saat PSBB transisi.

  • Pilih staycation

Oleh karena perubahan tren berwisata dari wisata jarak jauh ke wisata lokal, kata dia, maka munculah tren baru--salah satunya staycation di bidang akomodasi.

Ia melihat adanya kecenderungan orang yang sudah lelah berlama-lama di rumah. Kemudian, memilih untuk menginap di hotel yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumahnya.

"Masih lebih familiar untuk mereka pergi dengan risiko yang terukur dengan melakukan protokol kesehatan yang sudah banyak diedukasi di lapangan," terangnya.

Ilustrasi hotel.shutterstock.com/Pattier_Stock Ilustrasi hotel.

  • Liburan ke tempat rekreasi

Selain itu, ia juga melihat adanya kecenderungan yang sama yaitu meningkatnya pariwisata lokal di bidang experience atau pengalaman.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X