Napak Tilas Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Mulai dari Mana?

Kompas.com - 15/08/2020, 13:01 WIB
Salah satu ruang Pameran Museum Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat. KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARISalah satu ruang Pameran Museum Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat.

Gedung Joang 45 dulunya merupakan sebuah hotel yang dijadikan markas para anak muda untuk mempersiapkan proklamasi.

Asep melanjutkan, beberapa pemuda yang pernah berdiskusi di sana, antara lain Sukarni, Achmad Soebardjo, Adam Malik, dan Sayuti Melik.

Gedung itu juga merupakan tempat lahirnya gagasan penculilan Bung Karno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok untuk mendesak mereka agar segera memproklamasikan kemerdekaan.

Di sana, ada sekitar 2.500 koleksi yang terdiri dari lukisan, dokumen, dan patung. Ada juga perpustakaan, ruang pameran, dan ruangan khusus untuk anak-anak.

Baca juga: Liburan ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Ada Mesin Tik Milik Perwira Nazi

Museum ini berlokasi di Jalan Menteng Raya No. 31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Tepatnya dekat patung Tugu Tani.

4. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Dahulu, museum ini merupakan rumah Laksamana Maeda yang dijadikan sebagai tempat merundingkan kemerdekaan Indonesia.

Para tokoh yang berunding pada 17 Agustus 1945 antara lain adalah Bung Karno, Moh. Hatta, Achmad Soebardjo, Sukarni, dan Burhanuddin Muhammad Diah.

Saat berkunjung ke sana, wisatawan bisa melihat beberapa koleksi unik seperti sebuah mesin tik milik perwira Nazi bernama Mayor Kandelar.

Tiga patung lilin tiruan sosok Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo tengah berembuk merumuskan naskah Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Replika itu terletak di lantai pertama Museum Perumusan Naskah Proklamasi.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Tiga patung lilin tiruan sosok Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo tengah berembuk merumuskan naskah Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Replika itu terletak di lantai pertama Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Mesin tik itu dipinjam dari dia melalui pembantu Laksamana Maeda Satzuki Mishima, untuk digunakan Sayuti mengetik ulang naskah proklamasi.

Selain itu, ada juga bungker rahasia yang berada di halaman bagian belakang gedung utama. Dinding bagian dalamnya sudah dilapisi semen. Sebelumnya, dinding merupakan tanah biasa.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi berlokasi di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Satu hal yang penting adalah, pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat berkunjung ke museum tersebut.

Baca juga: Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan, Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia

Caranya adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X