Mengapa Museum Sumpah Pemuda Masuk dalam Tempat Napak Tilas Kemerdekaan Indonesia?

Kompas.com - 17/08/2020, 09:09 WIB
Pengunjung melihat Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015). KOMPAS/PRIYOMBDOPengunjung melihat Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

KOMPAS.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020), masyarakat Indonesia akan merayakannya dengan beragam cara, salah satunya napak tilas ke museum-museum.

Museum yang biasanya dijadikan napak tilas kemerdekaan RI, di antaranya Gedong Joang 45, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan Museum Sumpah Pemuda.

Namun, orang pasti akan berpikir mengapa Museum Sumpah Pemuda masuk dalam rangkaian tempat napak tilas Kemerdekaan RI. Hal tersebut karena museum ini amat erat kaitannya dengan proses kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Baca juga: Napak Tilas Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Mulai dari Mana?

Pemandu wisata serta pendiri Wisata Kreatif Jakarta, Ira Lathief mengatakan, selama ini peran Museum Sumpah Pemuda seperti dikesampingkan dalam hal napak tilas Kemerdekaan.

"Gak mungkin ada peristiwa kemerdekaan kalau tadinya gak ada Kongres Pemuda. Jadi panjang banget hubungannya," kata dia kepada Kompas.com dalam acara Virtual Tur edisi Spesial Kemerdekaan Napak Tilas Kemerdekaan, Minggu (16/8/2020).

Ira melanjutkan, peran penting Museum Sumpah Pemuda dengan Kemerdekaan RI juga tak lepas dari hadirnya sosok W.R Soepratman.

Seperti diketahui bersama, W.R Soepratman berperan penting dalam Kemerdekaan RI dengan menciptakan lagu Indonesia Raya diiringi biolanya.

Biola WR Supratman yang menjadi ikon Museum Sumpah Pemuda terpajang rapi di dalam kaca.Intisari Biola WR Supratman yang menjadi ikon Museum Sumpah Pemuda terpajang rapi di dalam kaca.

"W.R Soepratman itu juga sangat berjasa, lewat bidang seni. Kita bisa ambil pelajaran dari dia untuk peran serta kemerdekaan itu gak harus turun ke jalan atau dalam bidang politik atau berperang. Bisa kok lewat hal yang disukai misalnya seperti W.R Soepratman dengan seninya," jelasnya.

Baca juga: Museum Sumpah Pemuda Sudah Buka, Ini Cara Berkunjung

Oleh karena itu, wisatawan bisa juga mengunjungi Museum Sumpah Pemuda untuk napak tilas Kemerdekaan RI. Kamu bisa melihat berbagai benda peninggalan pemuda yang tinggal di sana semasa merumuskan deklarasi Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Terdapat beberapa koleksi seperti diorama panitia Kongres Pemuda Kedua, serta patung W.R Soepratman dan biolanya yang menjadi ikon museum ini.

Museum Sumpah Pemuda sempat beralih fungsi sejak deklarasi Sumpah Pemuda di antaranya menjadi rumah tinggal, toko bunga, hotel, hingga akhirnya menjadi museum sejak 1973.

Museum ini terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Senen, Jakarta Pusat. Selama masa pandemi, kamu juga bisa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda dengan menerapkan protokol kesehatan.

Museum buka setiap Selasa sampai Jumat pukul 09.00-15.00 WIB.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X