Di Monas, Pengunjung Bisa Dengar Suara Bung Karno Bacakan Naskah Proklamasi

Kompas.com - 17/08/2020, 13:28 WIB
Di dalam Ruang Kemerdekaan di Tugu Monas, kamu dapat mendengar rekaman suara Presiden pertama Indonesia Soekarno yang sedang membacakan teks proklamasi, Jakarta, Rabu (29/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianDi dalam Ruang Kemerdekaan di Tugu Monas, kamu dapat mendengar rekaman suara Presiden pertama Indonesia Soekarno yang sedang membacakan teks proklamasi, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

KOMPAS.com – Tugu Monas menyimpan berbagai koleksi menarik yang bisa dilihat selama kunjungan.

Tak hanya bisa melihat relief di taman Tugu Monas dan diorama yang menceritakan sejarah Indonesia. Wisatawan juga bisa dengar suara Bung Karno membacakan naskah proklamasi.

Lokasinya berada di Ruang Kemerdekaan yang bisa dimasuki melalui salah satu pintu di Cawan Monas.

Baca juga: Belum Pernah Masuk ke Dalam Tugu Monas? Ini Isinya

Di sana, terdapat sebuah dinding besar yang di tengahnya terdapat kotak suara. Benda tersebut akan menggaungkan suara Bung Karno membacakan naskah proklamasi yang diulang hingga tempat wisata tutup.

Wisatawan bisa mendengarkan atau merekam rekaman tersebut sembari duduk di beberapa undakan kursi.

Bukan direkam pada 1945

Meski masyarakat bisa mendengar suara Bung Karno secara langsung dan merasa seperti benar-benar hadir dalam pembacaan naskah proklamasi,

Mendengarkan rekaman tersebut, pengunjung akan merasa seperti benar-benar hadir saat pembacaan naskah proklamasi. Namun, ternyata suara itu bukan hasil rekaman langsung saat momen 17 Agustus 1945.

Ruanh Kemerdekaan di cawan dalam Tugu Monas. KOMPAS.com/JESSI CARINA Ruanh Kemerdekaan di cawan dalam Tugu Monas.

Mengutip Kompas.com, Kamis (17/8/2020), suara yang didengungkan di Ruang Kemerdekaan itu adalah rekaman ulang yang dibacakan untuk Radio Republik Indonesia (RRI).

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam menceritakan kisah di balik rekaman tersebut kepada Kompas.com (17/8/2017).

“Itu baru direkam. Ada yang menulis tahun 1950. Ada sumber yang lain menyebutkan tahun 1951. Itu karena Jusuf Ronodipuro dari RRI yang meminta Bung Karno untuk direkam karena sebelumnya belum ada rekamannya," kata Asvi.

Baca juga: Suara Pembacaan Proklamasi yang Disimpan di Monas Tak Dibuat Pada 1945

Pada hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, tidak ada rekaman suara yang mendokumentasikan momen tersebut. Bung Karno akhirnya berhasil dibujuk oleh Jusuf Ronodipuro.

Asvi melanjutkan, Jusuf mengatakan kepada Bung Karno bahwa rekaman suara pembacaan naskah proklamasi penting bagi generasi mendatang.

"Jusuf Ronodipuro kan meyakinkan (Bung Karno) bahwa ini penting bagi generasi muda Indonesia yang akan datang. Supaya mereka tahu teks proklamasi itu bacanya seperti apa," ujar Asvi.

Peta Indonesia di dalam Ruang Kemerdekaan di cawan Tugu Monas. KOMPAS.com/JESSI CARINA Peta Indonesia di dalam Ruang Kemerdekaan di cawan Tugu Monas.

Usai dibujuk, Bung Karno pun bersedia membacakan kembali naskah proklamasi untuk direkam. Kini, rekaman tersebut bisa didengar di Ruang Kemerdekaan di Tugu Monas.

Hal menarik lain yang bisa dilihat di Ruang Kemerdekaan

Selain bisa mendengar rekaman suara Bung Karno dengan syahdu, pengunjung bisa melihat beberapa hal menarik lain dalam Ruang Kemerdekaan.

Salah satunya, adalah burung garuda besar di sisi selatan ruangan. Ada juga replika kepulauan Indonesia pada sisi utara yang masih memiliki Timor Timur atau kini dikenal sebagai Negara Timor Leste.

Di sisi timur, wisatawan bisa melihat sebuah kotak anti-peluru yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat penyimpanan bendera pusaka.

Baca juga: Spot Instagramable di Monas, Ada Taman Tersembunyi

Saat ini, Monas masih belum dibuka kembali untuk umum. Jika sudah, ada baiknya wisatawan tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X