Kompas.com - 18/08/2020, 10:20 WIB

“Sering terjadi. Mereka bisa tidur sekamar, tapi duduk dipisah. Mereka tidak paham bahwa situasi di ballroom atau restoran bukan hanya satu keluarga,” tutur Maulana.

Selanjutnya, tantangan dalam menerapkan protokol kesehatan adalah pendapatan yang berkurang. Hal ini karena salah satu poin dalam panduan protokol kesehatan adalah pembatasan kapasitas tamu.

Baca juga: Protokol Kesehatan di Restoran Hotel, Pakai Barcode dan Tamu Dibatasi

Maulana mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan tantangan paling berat yang dihadapi oleh industri perhotelan, restoran, dan maskapai penerbangan.

Dia mengatakan, adanya pengurangan kapasitas membuat pendapatan menjadi turun. Hal ini dirasa cukup berat. Meski begitu, dirinya tetap positif.

“Masih banyak kerja dari rmah, sekolah dari rumah. Ini jadi harapan bagi kami untuk pasar bisa naik secara perlahan. Tapi sekali lagi, ekspos penerapan protokol kesehatan perlu dibantu,” kata Maulana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Topenk: Kalau Doraemon yang Buat Orang Indonesia, Pasti...... | SUCI Playground
Stand Up Topenk: Kalau Doraemon yang...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.