Kompas.com - 18/08/2020, 21:14 WIB
Rumah Limas khas Palembang yang masih berdiri kokoh di Museum Balaputra Dewa. KOMPAS.com/AJI YK PUTRARumah Limas khas Palembang yang masih berdiri kokoh di Museum Balaputra Dewa.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dua unit rumah yang berusia lebih dari 200 tahun masih terlihat berdiri kokoh di Museum Balaputra Dewa Palembang, Sumatera Selatan.

Seluruh sisi bangunan nampak tak satupun dimakan rayap. Soalnya, rumah tersebut terbuat dari kayu tembesu dan ulin yang terkenal kuat dan tahan air, meskipun berusia lebih dari satu abad.

Rumah yang sudah berdiri sejak zaman kesultanan Palembang itu dikenal dengan sebutan rumah Limas.

Baca juga: Rumah Limas Haji Aziz, Warisan Budaya di Kota Palembang

 

Ruangan dibagi-bagi

Rumah Limas ini terbilang unik. Sebab, seluruh ruang yang ada di dalamnya memiliki tingkatan tersendiri.

Tingkatan pertama adalah Pagar Tenggalangong yang merupakan ruangan tempat bersantai.

Bilik dinding atau Lawang Kipas yang terbuat dari papan kayu tembesu mempunyai dua fungsi yakni sebagai plafon serta pembatas.

Jika bilik telah dibuka, biasanya ruangan Tenggalong ini digunakan sebagai tempat hajatan.

Pagar Tenggalangong, merupakan ruangan tempat bersantai yang ada di rumah Limas Palembang. Bilik dinding atau Lawang Kipas yang terbuat dari papan kayu tembesu mempunyai dua fungsi yakni sebagai plafon serta pembatas.KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Pagar Tenggalangong, merupakan ruangan tempat bersantai yang ada di rumah Limas Palembang. Bilik dinding atau Lawang Kipas yang terbuat dari papan kayu tembesu mempunyai dua fungsi yakni sebagai plafon serta pembatas.

Kemudian, ruangan kedua disebut Jogan. Jogan artinya merupakan ruang penjagaan. Di ruangan ini ada dua kamar yang dijaga oleh pengawal khusus, yakni kamar pengantin serta tamu kehormatan.

Pengantin yang baru saja menikah, akan tinggal di kamar tersebut dan di jaga ketat oleh pengawal. 

Selanjutnya, ruang ketiga yakni Gegajah yang digunakan sebagai tempat menerima tahu kehormatan pemilik rumah.

Ruangan keempat adalah ruang kerja, disini biasanya juga digunakan sebagai dapur serta lokasi untuk menenun bagi anak perempuan si pemilik rumah.

Terakhir ruangan sesimbur pengantin yang merupakan tempat mandi pengantin.

Baca juga: Melihat Wujud Asli Rumah Limas seperti di Uang Rp 10.000

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X