Bakal Ada Wisata Paralayang di Sukabumi, Bisa Lihat Geopark Ciletuh dari Atas

Kompas.com - 19/08/2020, 12:17 WIB
ILUSTRASI - Paralayang ShutterstockILUSTRASI - Paralayang

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tengah mengembangkan wisata baru, yakni wisata paralayang.

Dilansir dari Antara, wisata ini diharapkan bisa menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Usman Zaelani mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan uji coba dengan pilot paralayang profesional.

"Hasil uji coba terbang yang dilakukan oleh para pilot paralayang profesional, kondisi angin sangat bagus dan tertinggi di Jabar, sehingga lokasi yang dijadikan tempat wisata kedirgantaraan ini dinyatakan layak," kata Usman, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Dekat dengan Jakarta, Sambangi 5 Destinasi Eksotis di Sukabumi

Lokasi untuk wisata paralayang ini di Gunung Keramat, Kecamatan Cisolok. Para pilot yang sudah melakukan uji coba terbang tidak kesulitan mencari angin, karena angin selalu ada atau tidak musiman seperti di daerah lain.

Bahkan, jika dibandingkan dengan lokasi wisata paralayang di Puncak Kabupaten Cianjur dan Bogor, di Gunung Keramat ini jauh lebih baik dan tidak ada bangunan tinggi yang bisa merusak kualitas angin.

Salah satu air terjun di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi. Dokumentasi Disparbud Jabar Salah satu air terjun di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi.

Keunggulan lainnya, saat terbang, wisatawan akan disuguhkan keindahan pemandangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu mulai dari gunung, rimba, hingga laut.

Namun demikian, saat ini pihaknya masih menyusun standar operasional prosedur (SOP) mulai dari keselamatan pengunjung hingga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu juga menyiapkan sarana dan prasarana serta segala sesuatunya karena wisata ini harus benar-benar dikelola oleh orang yang profesional dan ahli, agar tidak ada kesalahan sekecil apapun, karena menyangkut nyawa.

Baca juga: Menikmati Eksotisme Curug Sawer di Sukabumi

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan para pilot paralayang profesional untuk memberikan berbagai masukan sebelum tempat wisata ini benar-benar dibuka untuk umum," kata Zaenal.

"Dan tentunya memberikan pelatihan kepada warga sekitar sebab wisata ini baru dan harus mempunyai pengalaman," tambahnya.

Zaenal mengatakan dengan adanya tempat wisata baru ini diharapkan bisa membangkitkan kembali dunia pariwisata di Kabupaten Sukabumi.

Namun, selama masih pandemi Covid-19, baik pengelola, karyawan hingga wisatawan wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X