Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keraton Surakarta Masih Tutup, Pengunjung Tetap Bisa Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini

Kompas.com - 20/08/2020, 09:52 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pergantian malam Tahun Baru Islam 1442 Hijriah atau Tahun Baru Jawa 1 Suro 1954 Jumakir akan terasa berbeda di masa pandemi Covid-19.

Kirab Pusaka yang biasa diadakan pada malam Satu Suro di kompleks Kraton Kasunanan Surakarta terpaksa ditiadakan, Rabu (19/8/2020) malam.

Keputusan itu disampaikan Wakil Pengageng Museum Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta Dany Nur Adiningrat. Selain itu, Kraton Kasunanan Surakarta juga belum dibuka untuk umum di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.

"Museum Kraton Kasunanan Surakarta untuk sementara waktu dan menunggu situasi lebih baik, sampai sekarang museum masih ditutup," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Ia melanjutkan, Museum Keraton sempat akan diizinkan dibuka, tetapi setelah ada temuan kasus baru di Pasar Gemblegan, rencana pembukaan museum kembali dibatalkan.

Meski Museum Keraton Surakarta masih ditutup, sambung Dany, wisatawan masih bisa berwisata di kawasan Keraton Surakarta dengan gratis.

"Jadi sebenarnya kawasan Keraton Surakarta itu masih bisa dinikmati untuk wisata. Kan ada kawasan yang tidak berbayar, misalnya di depan Kamandungan, Alun-alun Kidul, tapi tetap mematuhi protokol kesehatan ya," jelasnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Kirab Pusaka Keraton Surakarta Ditiadakan

Berikut Kompas.com rangkum rekomendasi dari Dany untuk menikmati liburan Tahun Baru Islam di kawasan Keraton Surakarta:

1. Lihat kerbau bule di Alun-alun Kidul

Aktivitas wisata yang tetap bisa dilakukan, meski Museum Keraton Surakarta masih ditutup, yaitu melihat kerbau bule di Alun-alun Kidul.

Kerbau bule di Alun-alun Kidul Kraton Surakarta, Jawa Tengah.shutterstock/Pambudi Yoga Perdana Kerbau bule di Alun-alun Kidul Kraton Surakarta, Jawa Tengah.

Aktivitas ini bisa dilakukan pada sore hari ketika kamu berada di Alun-alun Kidul Keraton. Kerbau bule begitu identik dan lekat dengan Keraton Surakarta lantaran sebagai hewan peliharaan kesayangan Raja.

"Bisa lihat kerbau bule pas sore-sore. Ada banyak itu anak-anak, wisatawan biasa melihatnya. Jadi bisa tahu juga kerbau bule itu apa," terang Dany.

2. Lihat kereta pesiar Raja dan kereta jenazah

Masih di Alun-alun Kidul, kamu bisa juga melihat dua benda Keraton yang diletakkan di sana, yakni gerbong kereta jenazah yang pernah digunakan untuk mengangkut Paku Buwono X dan gerbong kereta api atau KA Pesiar.

Gerbong Kereta Jenazah di Alun-alun Kidul Kraton Surakarta.pariwisatasolo.surakarta.go.id Gerbong Kereta Jenazah di Alun-alun Kidul Kraton Surakarta.

Kedua benda itu terdapat di kawasan Sitihinggil. Gerbong kereta jenazah berada di sayap Sitihinggil sisi timur dan KA Pesiar ada di sayap sebelah barat.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com