5 Layanan di Hotel Syariah, Beri Salam Sesuai Syariat Islam

Kompas.com - 21/08/2020, 10:15 WIB
Ilustrasi hotel syariah - Tipe kamar Honeymoon di hotel Grand Dafam Rohan Jogja. dok. Grand Dafam Rohan JogjaIlustrasi hotel syariah - Tipe kamar Honeymoon di hotel Grand Dafam Rohan Jogja.

KOMPAS.com – Berbagai jenis hotel bisa ditemukan di Indonesia, salah satunya adalah hotel syariah. Hotel yang mengusung konsep tersebut ternyata memiliki perbedaannya tersendiri.

Executive Housekeeper Grand Dafam Rohan Jogja Eddy Suryanto menuturkan, seluruh pekerjaan yang menyangkut kebersihan, kerapihan, dan keindahan hotel harus berdasarkan nilai-nilai Islami.

“Dari sudut pandang Islam, bersih tidak cuma bebas dari kotoran, debu, sampah, dan sebagainya. Tapi kita membuat bersih terbebas dari najis,” kata Eddy.

Baca juga: Seperti Apa Tantangan Hotel dalam Terapkan Protokol Kesehatan?

Hal ini dituturkan dalam sesi webinar bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Hotel Syariah Jilid 2”, Rabu (19/8/2020).

Adapun najis yang dimaksud oleh Eddy termasuk cipratan air kencing yang dapat membuat seseorang tidak bisa beribadah.

Jika dalam membuat area hotel bersih cipratan tersebut menempel pada pakaian tamu atau karyawan, maka ibadah mereka tidak sah.

Baca juga: Apa Itu Hotel Syariah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Lantas, apa saja perbedaan antara layanan di hotel syariah dan hotel konvensional? Simak lima perbedaannya.

Trial Opening Q Grand Dafam Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (7/8/2014). Q Grand Dafam Banjarbaru merupakan hotel ke-13 yang beroperasi di bawah jaringan Dafam Hotels.ARSIP DAFAM HOTEL MANAGEMENT Trial Opening Q Grand Dafam Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (7/8/2014). Q Grand Dafam Banjarbaru merupakan hotel ke-13 yang beroperasi di bawah jaringan Dafam Hotels.

  • Pakaian karyawan yang disesuaikan

Guna menghindari najis terbawa dari satu ruangan ke ruangan lain, serta dari karyawan ke tamu atau sebaliknya, Eddy menuturkan bahwa pihaknya memiliki pakaian khusus.

“Kita berusaha melengkapi peralatan kerja karyawan dengan sarung tangan. Apron untuk melindungi badan,” ungkap Eddy.

“Kita juga lengkapi dengan penutup kaki. Saat ke toilet membersihkan area yang penuh najis, kita fasilitasi. Keluar dari situ, penutup kaki dilepas jadi najis tidak berpindah,” imbuhnya.

Dengan demikian, setiap kamar hotel terbebas dari najis sehingga para tamu bisa dengan aman beribadah di dalam.

Terkait seragam, para karyawan perempuan diwajibkan untuk menggunakan hijab agar membuat para tamu merasa nyaman.

Baca juga: Tren Wisata Halal, Bagaimana Nasib Hotel Syariah?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X