Pemulihan Pariwisata Uni Eropa Akibat Pandemi Covid-19 Diprediksi Lama

Kompas.com - 21/08/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi Belgia - Pemandangan di Kota Gent. SHUTTERSTOCKIlustrasi Belgia - Pemandangan di Kota Gent.

Perusahaan tersebut sudah meminjam hampir 2,9 miliar Euro atau sekitar Rp 50 triliun dari pemerintah Jerman agar tetap terus beroperasi.

Meski begitu, TUI berencana untuk mengurangi biaya operasional hingga 30 persen. Artinya, mereka akan kehilangan lebih dari 8.000 pekerjaan.

Baca juga: Ini yang Bikin Turis Eropa Tertarik Datang ke Indonesia

Angka-angka TUI tersebut hanyalah angka terbaru dari rangkaian statistik yang mengerikan. Seluruh industri pariwisata UE dan dunia telah mengalami penurunan drastis akibat pandemi.

Beberapa maskapai penerbangan yang berbasis di UE seperti KLM, Air France, dan Lufthansa telah menerima dana talangan dari UE.

Hal ini agar mereka tetap bisa melanjutkan operasi usai pembatasan perjalanan di seluruh dunia. Sejumlah maskapai penerbangan tersebut mempekerjakan puluhan ribu orang, dan memainkan peran besar dalam perekonomian Eropa.

Hasil tersebut mengkhawatirkan. Sebab menurut salah satu partai politik di Eropa, hanya pada 2019 pariwisata diperkirakan mendatangkan 9,5 persen pada produk domestik bruto Eropa.

Baca juga: Maskapai Australia Qantas Catat Rekor Kerugian Rp 28,9 Triliun

Pariwisata juga mendatangkan sekitar 22,6 juta pekerjaan yang menyumbang 11,2 persen dari total kelompok kerja (labor force).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X