Kompas.com - 22/08/2020, 13:06 WIB
Ilustrasi Gunung Rinjani. SHUTTERSTOCKIlustrasi Gunung Rinjani.


KOMPAS.com - Pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dibuka kembali mulai hari ini, Sabtu (22/8/2020).

Pembukaan kembali atau reaktivasi ini telah berdasarkan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) Nomor S.660/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020 pada tanggal 29 Juli tentang Pembukaan Aktivitas Pendakian dan Peningkatan Kuota Kunjungan pada Reaktivasi Tahap I.

Namun, ada beberapa ketentuan yang berlaku bagi para pendaki untuk kembali bisa melakukan pendakian. Salah satunya adalah melakukan booking atau reservasi online melalui aplikasi e-Rinjani.

Baca juga: Pendakian Gunung Rinjani Siap Buka Kembali 22 Agustus 2020, Kuota Dibatasi

Selain itu, untuk jalur pendakian yang dibuka, yakni jalur Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aikberik.

Masing-masing kuota pendakiannya yaitu jalur Senaru 45 orang, Sembalun 45 orang, Timbanuh 30 orang, dan Aikberik 30 orang.

Adapun waktu operasional kunjungan atau pelayanan pendakian dimulai setiap hari untuk cek in pukul 07.00-15.00 WITA dan cek out pukul 07.00-17.00 WITA.

 Baca juga: Cara Booking Online Pendakian Gunung Rinjani

 

Gunung Rinjanishutterstock Gunung Rinjani

Tak sabar ingin mendaki gunung berketinggian 3.726 mdpl ini? Simak dulu ketentuan pendakiannya berikut ini.

  1. Wajib melakukan booking online melalui aplikasi eRinjani
  2. Jumlah kelompok maksimal enam orang, berasal dari daerah asal yang sama dan bukan zona merah
  3. Wajib memasuki Briefing room untuk memperoleh informasi dari petugas
  4. Wajib menunjukkan perlengkapan standar kesehatan dan perlengkapan standar pendakian untuk dicek oleh petugas
  5. Menggunakan tenda yang diisi maksimal 50 persen dari kapasitas tenda
  6. Menyimpan ePrint, menjaga jarak, membawa kantong sampah atau trash bag
  7. Wajib lapor ke petugas di pintu keluar

Baca juga: Kuota Wisata Non-pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani Naik Jadi 50 Persen

Selain itu, para pendaki juga wajib melengkapi dokumen persyaratan pendakian di antaranya:

  1. ePrint atau booking code, dianjurkan untuk mencetak eTicket sebagai antisipasi hal-hal yang tak diduga
  2. Kartu identitas yaitu KTP atau Paspor untuk divalidasi kesesuaian data pendaki ketika check-in
  3. Surat keterangan sehat
  4. Membawa dan menunjukkan surat bebas Covid-19 yang masih berlaku berupa hasil PCR atau Swab Test bagi wisatawan Warga Negara Asing (WNA), hasil rapid test bagi wisatawan luar Provinsi NTB dan surat keterangan bebas gejala influenza dari dokter Rumah Sakit atau Puskesmas bagi wisatawan yang berasal dari luar Pulau Lombok dalam Provinsi NTB
  5. Surat pernyataan tanggung jawab bermaterai Rp 6.000 atas keselamatan, keamanan dan kesehatan pengunjung. Blanko disediakan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) di tiap pintu masuk pendakian. Pendaki hanya perlu menyiapkan materai 6.000
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Travel Tips
Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.