Rute Sepeda di Yogyakarta, Jelajah Kampung hingga Belajar Batik

Kompas.com - 25/08/2020, 08:05 WIB
Balai Yasa Yogyakarta. shutterstock/Rukun Niku NamikuloBalai Yasa Yogyakarta.

 

Rute Romansa Heritage

Rute ketiga ini berawal dari Museum Wiratama Jalan Jenderal Sudirman, dan akan melewati perkampungan wisata di Yogyakarta.

Adapun kampung-kampung yang akan dilewati di antaranya Kampung Sagan, dan Klitren. Wisatawan juga akan melewati tempat bersejarah dalam industri kereta api Indonesia yaitu Balai Yasa di Pengok, Yogyakarta.

Balai Yasa dikenal sebagai tempat yang sudah berdiri sejak 1914. Tugas pokok tempat ini adalah melaksanakan overhaul lokomotif, gerbong dan kereta.

"Lalu wisatawan akan melewati Munggur hingga sampai di Taman Bakung di Baciro. Ini akan melewati rute kampung-kampung. Lalu akhirnya sampai di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara menuju ke Batikan melewati Kampung Jumputan dan finish di XT Square," jelasnya.

Baca juga: Puncak Sosok, Alternatif Wisata Malam dengan Spot Instagramable di Yogyakarta

Pada salah satu tempat yaitu Kampung Jumputan, wisatawan bisa belajar mengenai batik di kampung tersebut. Kampung Jumputan memang dikenal sebagai salah satu sentra pengrajin batik kain Jumputan di Kota Yogyakarta.

Rute Jaja Kampung Susur Sungai

Rute terakhir menggunakan nama Jaja Kampung Susur Sungai. Seperti namanya, rute ini akan melewati kampung-kampung di tepi sungai di Kota Yogyakarta.

Ia menjelaskan, rute ini akan diawali dari Jalan Jenderal Sudirman hingga menuju Museum Monumen Diponegoro.

"Jadi dari McDonald Sudirman, menyusuri Jalan Mangkubumi, lalu ke arah Dokter Sarjito, terus menuju Jetisharjo. Di Jetisharjo itu ada Taman Robin," ungkapnya.

Taman Robin sendiri merupakan taman dengan konsep Internet of Things yang dikembangkan dalam sistem penyiraman tanaman otomatis.

"Dikatakan Robin itu karena pakai robot jadi nyiramnya otomatis," tambahnya.

Kemudian, selesai di Taman Robin, wisatawan akan melewati tepian sungai sampai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karangwaru.

Baca juga: 11 Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Puncak Sosok Bantul Yogyakarta

Setelah itu, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Kampung Sayur, dan berakhir di RTH Becak Maju yang merupakan akronim dari Kelurahan Bener dan Kricak Maju.

"Baru nanti melewati Jalan Bener hingga sampai di finishnya di Museum Diponegoro," ujarnya.

Menurut Windarto, rute-rute ini belum diresmikan dan bisa saja berubah apabila ditemukan ketidaksesuaian pada saat di lapangan.

Nantinya, apabila sudah diresmikan, wisatawan dapat menikmati rute ini dengan mengunjungi website.

"Tinggal klik aja website nya, mungkin nanti di jss.jogjakota.go.id. Tinggal klik aja nanti nama rutenya, langsung muncul nanti tracing-nya di google maps. Orang itu pengen menyusuri rute yang mana melalui google maps," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X