Penjualan Voucer Hotel Saat Pandemi, Ini Pendapat Asosiasi Perhotelan di Bali dan Yogyakarta

Kompas.com - 25/08/2020, 09:20 WIB
Ilustrasi hotel DragonImagesIlustrasi hotel

Banyak diminati wisatawan luar daerah

Deddy mengatakan, 80 persen pembelian voucer menginap di hotel-hotel Yogyakarta dilakukan para tamu dari luar daerah.

Sementara itu, untuk voucer menginap di Bali, Made menuturkan bahwa penjualan lebih banyak diborong masyarakat dari Jakarta.

“Dari Jakarta kebanyakan yang laku dari government, corporate, asosiasi. (Selain Jakarta) ada Surabaya, Bandung, dan beberapa kota lain, seperti Medan dan Makassar,” imbuh dia.

Efektif untuk menutupi biaya operasional

Penjualan voucer menginap dengan periode yang fleksibel, menurut Made, dirasa efektif karena hotel mendapat pemasukan untuk biaya operasional.

“Bisa menutupi biaya pengeluaran, sehingga bisa dipakai untuk operasional. Ada yang mungkin tidak terlalu laku, tetapi tetap bisa membantu setengahnya,” kata Made.

Sementara itu, Deddy mengatakan bahwa meski penjualan voucer merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi kerugian selama efektif, upaya itu dirasa belum terlalu efektif dalam menutupi biaya operasional.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X