Seperti Apa Penjualan Voucher Menginap di Hotel di OTA?

Kompas.com - 25/08/2020, 11:11 WIB
Ilustrasi hotel - The Green Forest Resort di Bandung. dok. Tiket.comIlustrasi hotel - The Green Forest Resort di Bandung.

KOMPAS.com – Beberapa hotel di Indonesia mulai menjual voucher menginap dengan periode yang fleksibel.

Selain melakukan penjualan sendiri, ada juga yang bekerja sama dengan online travel agent (OTA), seperti Tiket.com dan Traveloka.

Penjualan melalui OTA pun cukup beragam. Ada yang sejak 15 Juni 2020 melalui Buy Now Stay Later milik Traveloka, ada yang dimulai pada pertengahan Juli melalui Tiket.com.

Lantas, seperti apa perkembangan penjualan voucher menginap di hotel dengan periode yang fleksibel pada kedua OTA tersebut?

Baca juga: Seperti Apa Tantangan Hotel dalam Terapkan Protokol Kesehatan?

“Sejauh ini, penjualan hotel telah naik mencapai 80 persen dari rata-rata penjualan sebelum adanya voucher Tiket FLEXI,” ujar Senior Public Relations Executive Tiket.com Yosi Marhayati kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Menurut dia, Tiket FLEXI juga mendorong kenaikan penjualan terhadap beberapa hotel yang mengalami kenaikan penjualan lebih dari 70-100 persen.

Sementara itu, Head of Marketing, Accommodation, Traveloka Shirley Lesmana mengatakan, ada respons positif dari pengguna OTA tersebut sejak ada program Buy Now Stay Later.

“Hal ini terlihat dari meningkatnya angka pencarian akomodasi Traveloka pada Juni yang mencapai dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya,” kata dia kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Voucher Menginap di Hotel Laku Keras Selama Pandemi

Antusias para pengguna OTA tersebut membuat pihak Shirley menambah jumlah mitra hotel hingga 120 mitra, serta memperpanjang periode penjualan hingga Agustus 2020.

Pembelian voucher untuk liburan dan antusias pengguna

Dari seluruh voucher yang telah terjual, Yosi mengatakan bahwa rata-rata penggunaannya oleh pelanggan Tiket.com adalah untuk liburan cuti bersama pada akhir 2020 dan tahun 2021.

Ilustrasi hotel - Kamar tipe Executive Garden View di The Arnawa Hotel, Pangandaran.dok. Traveloka Ilustrasi hotel - Kamar tipe Executive Garden View di The Arnawa Hotel, Pangandaran.

Senada dengan hal tersebut, Shirley menuturkan bahwa penjualan tertinggi berada pada hari libur nasional.

“Tren pemesanan tertinggi pada produk dan layanan akomodasi Traveloka terjadi saat Hari Raya Idul Fitri, hari libur sekolah, yaitu Juni dan Juli, hari libur akhir tahun, serta long weekend,” imbuh dia.

Penjualan voucher hotel dengan harga yang murah pun disambut baik oleh pengguna kedua OTA tersebut.

Baca juga: Pemesanan Hotel Telah Meningkat sejak Juni 2020

Shirley menyebutkan, para pengguna menyampaikan melalui media sosial bahwa fleksibilitas yang diberikan memudahkan mereka untuk merencanakan liburan.

“Program Buy Now Stay Later juga sebagai jawaban atas keresahan pengguna terhadap situasi yang serba tidak pasti saat ini,” ujar dia.

Menurut Yosi, hotel-hotel yang voucher menginapnya paling diminati para calon tamu adalah hotel bintang empat dan diikuti hotel bintang tiga.

Sementara di Traveloka, Shirley mengatakan bahwa pemesanan lebih banyak terjadi pada hotel bintang tiga hingga bintang lima dengan total pemesanan lebih dari 80 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X