Kompas.com - 27/08/2020, 18:40 WIB

KOMPAS.com – Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) sudah dibuka kembali sejak 17 Juli 2020 dengan Kota Bukittinggi yang pertama dibuka pada Juni lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Novrial menuturkan bahwa terdapat tiga daerah yang kerap dikunjungi wisatawan sejak pariwisatanya dibuka kembali.

“Paling ramai dikunjungi ada tiga. Kota Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kota Pariaman,” kata Novrial kepada Kompas.com, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Berada di Lembah Harau, Tak Perlu Merencanakan Aktivitas

Lantas, tempat wisata apa saja yang dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke tiga daerah tersebut?

  • Kota Bukittinggi

Di Kota Bukittinggi, wisatawan kerap berkunjung ke lembah Ngarai Sianok yang juga dikenal sebagai Lembah Sianok.

Jika berkunjung di pagi hari, pengunjung akan disuguhi oleh pemandangan Gunung Singgalang sebagai latar belakangnya.

Lembah di kawasan wisata tersebut terbilang cukup curam. Meski begitu, kegagahannya mampu membuat mata terbelalak. Terlebih jika dilihat dari atas saat Lembah Sianok dipenuhi kabut.

Sembari menikmati pemandangan alam, wisatawan juga bisa berinteraksi dengan penduduk sekitar atau berkunjung ke aliran sungai di bawah tebing.

Baca juga: Apa Saja Syarat Liburan ke Sumbar?

Selain pemandangan alam, tempat wisata lain yang masih dalam kawasan tersebut adalah Jenjang Koto yang menyerupai Tembok Besar China.

  • Kabupaten Lima Puluh Kota

Sementara di Kabupaten Lima Puluh Kota, Lembah Harau dan Kampung Sarosah adalah primadonanya.

“Kampung Sarosah itu kampung tematik. Ada khas Minangkabau, Eropa, Jepang, Korea,” ujar Novrial.

Lembah Harau merupakan salah satu lembah paling indah di Indonesia. Pemandangan air terjun yang indah serta tebing batu granit setinggi 80-300 meter menawarkan panorama yang menarik.

Tempat wisata bernama Kampung Sarosah di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.dok. Instagram @kampungeropaofficial Tempat wisata bernama Kampung Sarosah di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Jika ingin menikmati alam sambil berswafoto ria, pengunjung bisa bertandang ke Kampung Sarosah yang menawarkan spot Instagramable kekinian di tengah lembah.

Di sana, wisatawan bisa berkunjung ke Kampung Eropa untuk foto-foto dengan replika Menara Eiffel atau deretan kincir angin khas Belanda.

Ada juga Asian Heritage yang terdiri dari area Jepang dan Korea yang menawarkan bangunan-bangunan khas kedua negara tersebut. Pengunjung juga bisa menyewa hanbok atau bermain sampan.

  • Kota Pariaman

Di Kota Pariaman, Novrial menuturkan bahwa wisatawan lebih gemar berkunjung ke beberapa pantai di sana. Salah satunya adalah Pantai Kata.

Selain menikmati keindahan pantai sambil berenang atau berjalan-jalan di bibir pantai, pengunjung juga bisa berfoto-foto di hutan pinus yang berada di pinggir pantai.

Baca juga: Asyik, Seluruh Destinasi Wisata di Sumbar Sudah Dibuka Kembali

Berbeda dengan pantai lainnya, Pantai Kata memiliki beberapa bongkah batu warna-warni yang kerap dijadikan sebagai spot berfoto oleh wisatawan.

Sambil berswafoto ria, pengunjung juga bisa duduk-duduk di sana sembari menikmati pemandangan matahari terbenam.

Perahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Perahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.

Ramai pada hari libur nasional

Novrial mengungkapkan, kunjungan wisatawan ke Sumbar ramai saat Hari Raya Idul Adha oleh para wisatawan perantau.

Hal ini lantaran pihaknya sudah melakukan promosi terlebih dahulu di Jakarta beberapa waktu lalu. Promosi tersebut dilakukan bersama dengan beberapa agen perjalanan.

“Kita jualan paket perjalanan kurban. Jadi orang bisa berwisata sambil pulang kampung dan melakukan kurban. Kita mendekati para perantau untuk pulang melihat standar protokol kesehatan,” tutur Novrial.

Baca juga: Wisata Bukittinggi, Contek Itinerary 1 Hari Jelajah Ngarai Sianok

Saat ini, pariwisata Sumbar berfokus pada mendatangkan wisatawan perantau selain wisatawan nusantara (wisnus).

Novrial mengatakan bahwa para masyarakat Sumbar yang merantau ke daerah lain merupakan diplomat pariwisata Sumbar.

“Kita masuk segmen perantau. Mereka bisa cerita ke lingkungannya tentang pariwisata Sumbar setelah pulang untuk merasakan bagaimana wisata pada era new normal di Sumbar. Mereka bisa promosi,” pungkas Novrial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.