Glamping di Bali Buka, Mulai Terima Wisatawan Jakarta dan Bandung

Kompas.com - 28/08/2020, 18:10 WIB
Kolam renang di glamping resort Autentik Nusa Penida. Dokumentasi Autentik Nusa PenidaKolam renang di glamping resort Autentik Nusa Penida.

Para tamunya, paling lama menginap di rentang waktu maksimal satu minggu. Para tamu yang menginap juga biasa melakukan aktivitas sendiri di luar glamping seperti snorkeling, diving, atau sekadar jalan-jalan.

"Tamu kami biasanya menyewa skuter atau mobil dan melakukan aktivitas sendiri. Saat check-in, staf kami akan duduk bersama mereka dan memberikan peta dengan semua informasi yang ada di Bali sehingga mereka dapat mengatur hari mereka sesuai keinginan," ujarnya.

Gagal menerima tamu asing

Meski mulai banyak wisatawan nusantara yang menginap, Celia mengaku tahun ini gagal untuk menerima wisatawan mancanegara (wisman) menyusul kabar keputusan penundaan wisman ke Bali.

Padahal, ia mengaku telah menerima banyak pesanan tamu asing di bulan-bulan berikutnya.
"Tapi semua itu telah dibatalkan karena fakta bahwa Indonesia tidak mengirimkan visa turis sampai pemberitahuan lebih lanjut," jelasnya.

Baca juga: 4 Penginapan Glamping di Bali untuk Staycation

Untuk pemesanan akhir tahun pada liburan Tahun Baru, diakuinya belum ada wisatawan yang memesan.

Hal tersebut, kata dia, karena banyaknya pembatalan dan situasi pandemi yang tidak pasti kapan berakhir.

"Kami belum pernah dipesan penuh meskipun kami baik-baik saja. Saat ini masih rendah karena pandemi dan beberapa pembatalan yang ada," pungkasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X