Glamping di Bali Buka, Mulai Terima Wisatawan Jakarta dan Bandung

Kompas.com - 28/08/2020, 18:10 WIB
Pemandangan dari atas Autentik Nusa Penida. Dokumentasi Autentik Nusa PenidaPemandangan dari atas Autentik Nusa Penida.


KOMPAS.com - Pariwisata Bali sudah menerima kembali kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) sejak 31 Juli 2020.

Hal ini lantas membuat sektor pariwisata di Bali perlahan bergerak kembali. Salah satunya diungkapkan oleh pemilik akomodasi glamour camping atau glamping di Bali, Celia.

Pemilik Autentik Nusa Penida, glamping resort di daerah Nusa Penida ini mengaku sudah banyak wisatawan yang datang dan didominasi asal Jakarta dan Bandung.

"Saat ini kita memiliki perpaduan kebangsaan yang baik. Kebanyakan ekspatriat Bali, dan semakin banyak orang Indonesia dari Bali dan Jawa yaitu Jakarta dan Bandung," kata Celia kepada Kompas.com, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Sejak dibukanya kembali pariwisata Bali, kata dia, mulai terlihat adanya antusias masyarakat atau wisatawan untuk menginap di glampingnya.

Menurutnya, lokasi glamping yang berada dekat dengan alam dan di tengah hutan belantara yang masih asri, menjadi satu daya tarik tersendiri bagi mereka untuk kembali datang.

"Orang-orang sangat antusias untuk berada di dekat alam lagi setelah menghabiskan beberapa bulan terakhir terkunci di rumah," kata Celia.

"Meskipun tamu kami lebih banyak antusiasnya sebelum pandemi. Kami dapat merasakan bahwa hal ini sebagai pelarian kecil bagi mereka," lanjutnya

Baca juga: Asyik, Kamar Glamping di Bogor Masih Tersedia hingga Akhir Tahun

Pemandangan glamping resort Autentik Nusa Penida dikelilingi hutan belantara.Dokumentasi Autentik Nusa Penida Pemandangan glamping resort Autentik Nusa Penida dikelilingi hutan belantara.

Buka 50 persen kapasitas

Ia menjelaskan, ketika Bali kembali dibuka untuk wisatawan lokal, glamping miliknya pun juga mulai dibuka.

Hal ini merupakan kabar gembira bagi Celia yang sudah menutup glamping sejak 21 Maret 2020.

"Sejak kami buka kembali pada setelah 9 Juli, kami tidak dapat mengeluh tentang tingkat hunian. Sekitar setengah dari kapasitas resort ditempati setiap harinya," terangnya.

"Ini menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu," tambah dia.

Baca juga: Okupansi Glamping di Bogor Naik Turun, Diisi Tamu dari Jakarta hingga Bandung

Namun, ketika ditanya bagaimana okupansi glampingnya setelah dibuka kembali, ia tak bisa menjawab.

Hal tersebut karena glampingnya baru saja dibuka dan ia tidak bisa memberikan data berapa persen untuk dibagikan.

Pemandangan dalam tenda glamping Autentik Nusa Penida.Dokumentasi Autentik Nusa Penida Pemandangan dalam tenda glamping Autentik Nusa Penida.

Beri diskon 50 persen

Untuk menarik kembali wisatawan atau tamu, ia memberikan promo menarik berupa diskon 50 persen selama pandemi.

Hal ini dirasa efektif menurutnya. Ia juga mengatakan bahwa tamu telah banyak merekomendasikan kepada teman atau kerabat perihal diskon tersebut.

"Aktivitas kami berjalan dengan baik karena dari mulut ke mulut sebagian besar tamu kami yang merekomendasikan kepada teman atau kerabatnya," urainya.

Baca juga: 5 Alternatif Glamping di Bogor, Cocok untuk Staycation Saat Pandemi

Meski sudah memberikan diskon 50 persen, diakuinya, visibilitas saat ini cukup rendah. Ia melihat kecenderungan orang atau tamu yang memesan kamar dalam waktu singkat.

Para tamunya, paling lama menginap di rentang waktu maksimal satu minggu. Para tamu yang menginap juga biasa melakukan aktivitas sendiri di luar glamping seperti snorkeling, diving, atau sekadar jalan-jalan.

"Tamu kami biasanya menyewa skuter atau mobil dan melakukan aktivitas sendiri. Saat check-in, staf kami akan duduk bersama mereka dan memberikan peta dengan semua informasi yang ada di Bali sehingga mereka dapat mengatur hari mereka sesuai keinginan," ujarnya.

Kolam renang di glamping resort Autentik Nusa Penida.Dokumentasi Autentik Nusa Penida Kolam renang di glamping resort Autentik Nusa Penida.

Gagal menerima tamu asing

Meski mulai banyak wisatawan nusantara yang menginap, Celia mengaku tahun ini gagal untuk menerima wisatawan mancanegara (wisman) menyusul kabar keputusan penundaan wisman ke Bali.

Padahal, ia mengaku telah menerima banyak pesanan tamu asing di bulan-bulan berikutnya.
"Tapi semua itu telah dibatalkan karena fakta bahwa Indonesia tidak mengirimkan visa turis sampai pemberitahuan lebih lanjut," jelasnya.

Baca juga: 4 Penginapan Glamping di Bali untuk Staycation

Untuk pemesanan akhir tahun pada liburan Tahun Baru, diakuinya belum ada wisatawan yang memesan.

Hal tersebut, kata dia, karena banyaknya pembatalan dan situasi pandemi yang tidak pasti kapan berakhir.

"Kami belum pernah dipesan penuh meskipun kami baik-baik saja. Saat ini masih rendah karena pandemi dan beberapa pembatalan yang ada," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X