Kompas.com - 29/08/2020, 11:11 WIB
Kamar mandi di Batik Villa, Nikki Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Dokumentasi Nikki PeucangKamar mandi di Batik Villa, Nikki Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Sensai mandi di tengah hutan

Ada sensasi menarik yang akan dirasakan para tamu ketika menginap di Nikki Peucang. Salah satunya yaitu desain kamar mandi yang tidak beratap.

"Ini agar tamu merasakan sensasi mandi di tengah lebatnya hutan tropis Pulau Peucang," ujar Ariane.

Menurut dia, para tamu saat ini bisa menikmati nyamannya menginap di 10 unit Batik Villa berkapasitas 2-3 orang per villa.

Wisatawan juga akan dibuat heran dengan konsep alam yang dimiliki tempat ini, mulai dari dinding bangunan villa dari bambu hitam berlubang dengan pola menyerupai batik.

Baca juga: 9 Tempat Wisata di Taman Nasional Ujung Kulon yang Bisa Dikunjungi

"Karena dindingnya berlubang, sirkulasi udara dan cahaya di dalam ruangan sangat baik," imbuh Ariane.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan atapnya yang terbuat dari alang-alang, serta cuaca pulau Peucang yang berangin dan cenderung dingin, Batik Villa pun tidak perlu pendingin ruangan agar tamu dapat tidur dengan nyaman.

Wisatawan yang menginap di sini juga mendapatkan fasilitas tambahan dalam kamar berupa satu gazebo yang terletak di garis pantai dan menghadap langsung laut biru yang tenang.

Bisa snorkeling, diving, memancing, hingga mengamati banteng

Letaknya yang berada di lokasi wisata TNUK yaitu Pulau Peucang, membuat tamu atau wisatawan yang menginap di sini tak akan kehabisan aktivitas menarik.

Salah satu aktivitas menarik yang bisa dilakukan tamu di Nikki Peucang yaitu melihat rusa berkeliaran.Dokumentasi Nikki Peucang Salah satu aktivitas menarik yang bisa dilakukan tamu di Nikki Peucang yaitu melihat rusa berkeliaran.

Kamu bisa melakukan ragam aktivitas seperti snorkeling, diving, bersantai di tepi pantain hingga mengamati banteng Jawa merumput.

"Pantai pulau ini berpasir putih dan halu,s serta air lautnya yang cukup tenang menjadi tempat favorit bagi pengunjung yang ingin bersantai, snorkeling, diving, atau memancing," kata Ariane.

Selain itu, pulau Peucang juga menjadi habitat bagi rusa jawa, babi hutan, rangkong, biawak, merak, dan monyet ekor panjang.

Baca juga: TN Ujung Kulon Dibuka, Jangan Sampai Jadi Risiko Baru Penyebaran Covid-19

"Mereka sering berkeliaran di sekitar Batik Villa dan dengan mudah dilihat pengunjung," imbuh dia.

Pengunjung yang ingin melihat banteng Jawa merumput bisa menuju padang rumput Cidaon di seberang Nikki Peucang yang bisa ditempuh sekitar 10 menit dengan kapal kayu.

Aktivitas lain yang menarik untuk dilakukan di sekitar Nikki Peucang adalah trekking dengan tujuan akhir Karang Copong.

Pencinta surfing yang ingin berkenalan dengan para peselancar profesional dari mancanegara pun bisa melakukannya di Nikki Peucang.

Baca juga: Souvenir Badak, Harapan Baru Ujung Kulon

"Karena Nikki Peucang beberapa kali menjadi basecamp peselancar dari penjuru dunia yang melakukan aktivitas surfingnya di Pulau Panaitan," kata Ariane.

Selain itu, setiap 10 unit Batik Villa memiliki restoran yang juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan atau rapat. Kapasitasnya bisa menampung maksimal hingga 50 orang.

Ke depannya, Nikki Peucang tengah membangun beach club dan 10 unit Angklung Villa berkapasitas 5-6 orang per villa.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.