Cerita Wisatawan ke Bali, Menginap di Villa 9 Hari Cuma Bayar Rp 6,5 Juta

Kompas.com - 29/08/2020, 20:08 WIB
Ilustrasi Bali. Dok. KemenparekrafIlustrasi Bali.

KOMPAS.com - Bali sudah lama dikenal sebagai destinasi pilihan wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Namun, kondisi pandemi mengubah segalanya bagi pariwisata Bali.

Bali yang biasanya ramai wisatawan, kini terlihat sepi bagai tak bertuan. Bali yang biasanya ramai wisman pun kini lebih ramai oleh wisnus.

Sepinya kehidupan pariwisata di Bali membuat hotel-hotel di Bali menawarkan ragam promo menarik agar orang berwisata kembali.

Harga sewa kamar hotel-hotel di Bali para era adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini dinilai wisatawan jauh lebih murah.

Baca juga: Ini 4 Syarat Wisatawan Domestik Masuk ke Bali

Salah satu wisatawan asal Jakarta bernama Yenni menceritakan bagaimana dirinya menginap di vila Bali selama 9 hari dan hanya membayar total Rp 6,5 juta.

"Hotel ini benar-benar murah banget, saya dapat vila semua dengan private pool satu kamar. Sembilan hari cuma bayar Rp 6,5 juta," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/8/2020)

Ia melanjutkan bahwa di Nusa Dua, ada vila dua kamar yang harganya, termasuk private pool  hanyalah Rp 2 juta .

Vila di Hotel Bali Niksoma, Legian Bali.MADE AGUS WARDANA Vila di Hotel Bali Niksoma, Legian Bali.

Dirinya yang pada saat itu berkunjung ke Bali sejak Sabtu-Senin (15-24 Agustus 2020) bersama tiga orang temannya pun hanya membayar Rp 500.000 per orang untuk kamar seharga Rp 2 juta.

Hal yang sama juga Yenni temui saat menginap di daerah Uluwatu. Kamar vila yang biasanya bisa mencapai harga Rp 9-12 juta per harinya, kini bisa didapatkan hanya dengan membayar Rp 2,25 juta.

"Kalau ditanya 9 hari hotel, saya di villa semuanya dengan satu kamar private pool. Saya cuma bayar Rp 6,5 juta," ujar dia.

Baca juga: Industri Hotel di Bali Setuju Tunda Pariwisata untuk Wisman, Kenapa?

Yenni melanjutkan, saat ini di Bali banyak hotel atau villa yang menawarkan promo bulan Agustus.

Namun, promo itu tidak hanya berlaku di bulan Agustus 2020 saja, melainkan dapat digunakan hingga Agustus 2021.

"Pas datang itu, promonya malah lebih murah lagi. Jadi saya enggak pakai promo itu, tetapi saya beli lagi. Karena sayang, lebih baik saya simpan sampai tahun depan," kata Yenni.

Dua wisatawan nusantara sedang duduk santai di salah satu pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015). KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Dua wisatawan nusantara sedang duduk santai di salah satu pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015).

Menurut dia dengan membeli lagi, harganya lebih murah. Promo Agustus bagai dirinya sangat murah.

Wisatawan nusantara tak perlu takut ke Bali

Berdasarkan pengalaman Yenni melihat Bali masih sepi dan mendapatkan hotel atau vila murah, ia pun mengajak wisatawan lainnya agar segera datang kembali ke Bali.

Menurut dia, semua industri terkait pariwisata di Bali sudah menerapkan protokol kesehatan yang jelas.

"Ini waktu yang pas untuk ke Bali. Wisatawan gak usah takut. Misalnya naik pesawat, sudah aman karena orang-orangnya sudah rapid test juga," ujar Yenni.

Baca juga: Bali Tunda Buka untuk Wisman, Travel Agent Butuh Bantuan Pemerintah

Ia menambahkan, semua tempat wisata, restoran dan hotel di Bali sudah menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pintu masuk.

Cerita dia, wisatawan sudah wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir di tempat cuci tangan yang disediakan.

Para wisatawan nusantara maupun mancanegara memenuhi pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015). KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Para wisatawan nusantara maupun mancanegara memenuhi pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015).

"Saya kemarin sempat ke Pura Lempuyang. Masuk itu harus cuci tangan. Sudah ada wastafel dengan hand sanitizer, dan juga dicek suhu tubuh wisatawan," kata Yenni.

Hotel-hotel di Bali tak pecat karyawan

Berdasarkan pengalamannya menginap di hotel saat berkunjung ke Bali, Yenni mengungkapkan semua hotel tetap mempekerjakan karyawannya.

Namun, ia merasa kasihan karena karyawan-karyawan yang masuk hanya empat hari selama satu bulan.

"Hotel-hotel di Bali, mereka tidak mau memecat orang. Baiknya mereka itu. Tapi saya lihat kasihan orangnya itu kerja satu bulan, tapi cuma 4 hari masuk. Supaya yang lain juga punya jatah masuk, hanya dipotong gaji saja, enggak dipecat," jelasnya.

"Tapi justru gak ada orang yang datang," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X