Air Terjun Waimarang di Sumba, Nikmati Sensasi Berenang di Kolam Alami

Kompas.com - 29/08/2020, 21:01 WIB
Air berwarna hijau tosca di kolam tingkatan kedua. Kolam ini paling hits dibandingkan dengan kolam di tingkatan pertama dan ketiga. KOMPAS.com/IGNASIUS SARAAir berwarna hijau tosca di kolam tingkatan kedua. Kolam ini paling hits dibandingkan dengan kolam di tingkatan pertama dan ketiga.

SUMBA TIMUR, KOMPAS.com – Gelak tawa para pengunjung menggema pada dinding batu yang menjulang tinggi di Air Terjun Waimarang, Desa Umalulu, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka tampak asyik berenang dan berfoto di kolam pemandian alami di tingkatan kedua. Kolam ini yang paling hits dibanding kolam di tingkat pertama dan ketiga.

Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak juga sangat riang bermain sambil basah-basahan di air kolam.

Udara sejuk sangat terasa di lokasi ini. Air mengalir dari ketinggian sekitar 5 meter dengan kolam renang alami yang cukup luas di bawahnya.

Baca juga: Air Terjun Tanggedu, Oase di Tengah Savana Sumba

Ada dua pilihan bagi para pengunjung yang ingin berenang di sini. Pertama, bisa dengan meloncat dari tebing batu di sekeliling kolam.

Beberapa bagian kolam memang cukup dalam, sehingga pengunjung bisa melakukan loncatan dari ketinggian.

Cara kedua, para pengunjung bisa langsung turun ke tepian kolam melalui celah masuk, lalu mulai berenang.

Bagi wisatawan yang tidak ingin berenang, mereka bisa sekadar merendamkan tubuh di pinggir kolam dekat celah masuk yang kedalamannya hanya sekitar 1 meter. Air yang bersih dan segar membuat siapa pun akan betah berlama-lama di sini.

Beberapa wisatawan nampak asyik berenang dan berfoto di kolam pemandian alami di tempat pariwisata Air Terjun Waimarang, Pulau Sumba, NTT.KOMPAS.com/IGNASIUS SARA Beberapa wisatawan nampak asyik berenang dan berfoto di kolam pemandian alami di tempat pariwisata Air Terjun Waimarang, Pulau Sumba, NTT.

Sementara itu, bagi para pengunjung yang hanya ingin berfoto, latar air kolam berwana hijau tosca dengan dinding bebatuan kapur yang permai akan memberikan efek keindahan pada setiap jepretan.

“Tempatnya cantik. Ada kolam dengan batu-batu di samping gini. Segar, airnya dingin. Harus tetap dijaga kebersihannya ya, soalnya ini benar-benar alami. Ini salah satu kekayaan Indonesia yang perlu dijaga,” kata wisatawan asal Surabaya Santi Septika.

Wisatawan lain dari Jakarta bernama Mira Fuji Apriyanti pun mengaku jatuh cinta dengan Air Terjun Waimarang. Ia berkeinginan untuk mengunjungi tempat itu lagi jika masih ada kesempatan di masa mendatang.

Warga setempat yang juga pengelola tempat pariwisata tersebut Dominggus Laki Ruda (39) mengatakan, tempat wisata itu baru dibuka kembali setelah beberapa bulan tidak ada pengunjung akibat Covid-19.

Menuju Air Terjun Waimarang

Lokasi air terjun sendiri berada sekitar 87 kilometer (km) dari kota Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur. Waktu tempuh ke sana sekitar 3,5 jam.

Pengunjung dapat melewati jalan negara sejauh kurang lebih 82 km ke arah timur. Sampai di Melolo, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke arah selatan dengan waktu tempuh sekitar 17 menit. Jalanan beraspal dan mulus.

Sampai di Desa Umalulu, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kiri menuju tempat wisata Air Terjun Waimarang dengan jarak tempuh 4 km. Kondisi jalanan tidak beraspal, sehingga kurangi kecepatan.

Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Kendaraan dapat diparkirkan di lahan yang telah tersedia. Biaya ongkos parkiran adalah Rp 5.000 untuk motor, sedangkan mobil adalah Rp 10.000.

Baca juga: Hutan Cemara Laipori Sumba, Wisata ala Film Pendekar Tongkat Emas

Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalur trekking kurang lebih 1 km. Kondisi jalan sempit, curam, dan menurun. Jika musim hujan, pengunjung harus hati-hati karena jalanan licin.

Wisatawan dapat mengganti pakaian di tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang ada di lahan parkir. Ada pun ongkos jasa MCK adalah Rp 5.000 sekali digunakan.

Para pedagang menyediakan kelapa muda seharga Rp 10.000 per buah di lahan parkir. Ada pula dan mie instan seharga Rp 10.000 dan air mineral dalam kemasan berukuran kecil seharga Rp 5.000.

Wisata Air Terjun Waimarang dibuka setiap hari, dari pagi hingga sore. Tidak dipungut biaya di sana. Pengunjung harus tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, jaga jarak, dan selalu mencuci tangan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X