10 Tempat Wisata di Sekitar Bandara YIA yang Bisa Dikunjungi

Kompas.com - 30/08/2020, 07:07 WIB
Pemecah Gelombang di Pantai Glagah, Kulon Progo Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaPemecah Gelombang di Pantai Glagah, Kulon Progo

KOMPAS.com – Bandara terbaru di Yogyakarta yaitu Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Internasional Yogyakarta yang ada di Kabupaten Kulon Progo disebut bandara terbaik di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

Adapun, wisata di Kulon Progo ternyata tak kalah menakjubkan. Berikut tempat wisata yang harus dikunjungi di sekitar bandara YIA:

1. Pantai Congot

Pantai Congot terletak di Kulon Progo, Yogyakarta, tepatnya di belakang Yogyakarta International Airport.

Menjadi muara dari Sungai Bogowonto, Pantai ini sangat populer sebagai spot memancing, karena terdapat jenis ikan air tawar, air payau, dan air asin.

Pantai ini menjadi tempat berlabuh para nelayan, berbelanja ikan segar dari laut disini adalah pilihan tepat.

Matahari terbenam di Pantai Congot, Kulon ProgoSHUTTERSTOCK.com/RAHAYU SUSILO RINI Matahari terbenam di Pantai Congot, Kulon Progo

Pantai Congot juga memiliki kawasan mangrove yang populer. Untuk menjelajahi hutan mangrove, pengunjung dapat naik kapal yang juga dapat menjadi spot foto menarik.

Di kawasan mangrove, terdapat jembatan yang terbuat dari kayu, yakni Jembatan Api-api. Pada bagian tengah jembatan api-api, terdapat menara yang menjadi spot favorit untuk berfoto.

Baca juga: 6 Hotel Berbintang Buka di Kulon Progo pada 2021, Ada 1 di Bandara YIA

Untuk mencapai Pantai Congot, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari YIA.

Tiket masuk Pantai Congot adalah Rp 5.000 per orang. Biaya parkir kendaraan roda empat adalah Rp 5.000 dan roda dua Rp 2.000. Jam operasional Pantai Congot dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.

2. Pantai Glagah

Pantai Glagah terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, ujung barat Yogyakarta.
Pengunjung dapat menyewa motorcross atau ATV untuk dikendarai di Pantai Glagah yang memiliki jenis pasir besi.

Di Pantai Glagah terdapat laguna, pengunjung dapat menaiki perahu sampan atau perahu bebek untuk berkeliling di laguna.

Pemecah Gelombang di Pantai Glagah, Kulon Progo.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pemecah Gelombang di Pantai Glagah, Kulon Progo.

Dermaga Pantai Glagah dilengkapi tetrapod yang berfungsi memecah gelombang ombak yang besar, pengunjung dapat berfoto,menyaksikan sunset, atau sekadar menikmati empasan gelombang.

Selain bercengkerama dengan pasir pantai dan air laut, kawasan Pantai Glagah juga memiliki perkebunan, seperti buah naga, semangka, dan melon seluas 3.5 hektar.

Baca juga: Tempat Wisata Kulon Progo Akan Terapkan Reservasi Online

Untuk mencapai Pantai Glagah, pengunjung dapat melalui jalur darat dengan kendaraan roda empat atau roda dua dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari YIA.

Biaya masuk Pantai Glagah adalah Rp 5.000. Biaya parkir untuk bus Rp 20.000, roda empat Rp 10.000, dan roda dua Rp 3.000.

3. Kebun Bunga Matahari Glagah

Kebun Bunga Matahari Glagah terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, masih berada di kawasan Pantai Glagah.

Kebun bunga matahari memang selalu jadi incaran wisatawan untuk berburu foto keren atau instagramable. 

Ilustrasi bunga matahari.Doc. Kurnia H. Ilustrasi bunga matahari.

Waktu paling bagus untuk berkunjung adalah sekitar bulan April–September karena bunga matahari bermekaran pada musim panas.

Taman bunga ini buka setiap hari mulai jam 6 pagi sampai 6 sore dengan biaya masuk sebesar Rp 10.000 per orang.

Baca juga: Catat, 5 Tempat Wisata di Bukit Menoreh Kulon Progo Buka Minggu Ini

Untuk mencapai Kebun Bunga Matahari Glagah dapat melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari YIA.

4. Hutan Mangrove Kadilangu

Hutan Mangrove Kadilangu terletak di pesisir Pantai Pasir Kadilangu, Kelurahan Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Tersedia jalur yang terbuat dari bambu diatas air, untuk menyusuri hutan mangrove. Selain menikmati hutan mangrove, di Hutan Mangrove Kadilangu memiliki daya tarik dengan miniatur dari bambu dan sangat cocok menjadi spot foto.

Ilustrasi mangrove (Rhizophora mangle) pohon bakau Ilustrasi mangrove (Rhizophora mangle) pohon bakau

Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan pesawat yang hendak mendarat, karena letaknya sekitar 7 kilometer (km) dari YIA dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dengan kendaraan roda empat atau dua.

Pengunjung dikenai biaya masuk Rp 5.000 per orang saat weekdays dan Rp 6.000 per orang saat weekend.

Biaya parkir sebesar Rp 5.000 untuk roda dua, Rp 10.000 untuk roda empat, dan naik perahu sebesar Rp 10.000 per orang. Jam buka Hutan Mangrove Kadilangu adalah setiap hari mulai jam 7 pagi hingga 6 sore.

5. Waduk Sermo

Waduk Sermo terletak di Dusun Sermo Lor, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, dan berada di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut mdpl.

Waduk ini berjarak sekitar 16 km dari YIA dengan waktu tempuh 30-35 menit.

 

Aktivitas bumi perkemahan di danau Waduk Sermo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, yang mengering. Kegiatan kemah ini bisa didatangi di Taman Bambu Air Waduk Sermo.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Aktivitas bumi perkemahan di danau Waduk Sermo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, yang mengering. Kegiatan kemah ini bisa didatangi di Taman Bambu Air Waduk Sermo.

Di Waduk Sermo, pengunjung dapat bermalam dengan mendirikan tenda di sekitar waduk, menikmati pemandangan dan udara yang sejuk.

Bagi yang gemar memancing, di Waduk Sermo juga tersedia penyewaan alat pancing. Pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk mengelilingi waduk.

Selain menadi tempat wisata, ternyata waduk sermo juga dijadikan sebgaia tempat pelatihan TNI, ajang perlombaan perahu naga, dan kegiatan outdoor lainnya. Biaya masuk Waduk Sermo sebesar Rp 6.000 per orang dan Rp1 5.000 untuk camping.

6. Pule Payung

Pule Payung terletak di Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, berada di ketinggian sekitar 500 mdpl. Berjarak 20 km dari Bandara International Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 40-45 menit.

Pule Payung memiliki spot yang cocok untuk berburu foto yang keren, seperti angkasa, lolipop, wolu, jembatan surga, sepeda langit, ayunan dan kursi langit, flying fox, dan gazebo. Semua itu tersaji berlatar pemandangan bukit dan Waduk Sermo yang indah.

Panorama dari ketinggian ini menghadap ke Luat Selatan. Tampak danau Waduk Sermo, garis pantai Laut Selatan, dan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport.KOMPAS.com/ DANI J Panorama dari ketinggian ini menghadap ke Luat Selatan. Tampak danau Waduk Sermo, garis pantai Laut Selatan, dan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport.

Perhatikan waktu untuk mengunjungi Pale Payung karena berupa kawasan outdoor, berkunjunglah saat cuaca cerah, dan persiapan untuk melindungi tubuh dari sinar matahari seperti topi dan kaca mata.

Tiket masuk Pule Payung sebesar Rp 10.000 per orang, dan tiap spot foto berkisar Rp 10.000 hingga Rp 35.000. Operasional dibuka setiap hari mulai jam 9 pagi hingga 4 sore.

7. Kalibiru

Kalibiru terletak di Jalan Waduk Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, berada di ketinggian sekitar 450 mdpl.

Berbeda dengan Pule Payung, pengunjung harus trekking mengikuti arah jalan untuk menuju ke spot utama Kalibiru.

Wisata Kalibiru di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Shutterstock/Naufal Ilham S Wisata Kalibiru di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Memiliki pemandangan bukit yang hijau dan Waduk Sermo, pengunjung bisa menikmati dan berfoto di menara pandang yang berupa pohon pinus dengan papan dan tangga. Di Kalibiru pengunjung juga dapat bermain wahana High rope dan Flying fox.

Biaya masuk ke Kalibiru sebesar Rp 10.000 dan biaya spot foto berisar Rp 10.000 – Rp 30.000. kalibiru buka setiap hari dari pukul 06.30 - 17.00. Kalibiru dapat ditempuh dalam waktu 40-45 menit dengan jarak 20 km dari YIA.

8. Bukit Pethu

Bukit Pethu terletak di Dusun Tegalrejo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, berada di ketinggian sekitar 450 mdpl. Berjarak sekitar 17 km dari Bandara Internasional Yogyakarta dengan waktu tempuh 40-45 menit.

Baca juga: Puncak Suroloyo, Indahnya Senja di Atap Pegunungan Menoreh

Bukit Pethu memiliki rumah pohon dengan pemandangan Waduk Sermo dan bukit yang indah. Di Bukit Pethu juga terdapat gardu panjang setinggi 2,5 meter berwarna-warni dengan balon udara di ujung yang sering dijadikan spot foto menarik.

Operasional Bukit Pethu dibuka setiap hari mulai pukul 06.30 – 17.30, tidak ada biaya masuk Bukit Pethu, tetapi pengunjung harus memasuki gerbang Waduk Sermo yang dikenai biaya Rp5.000.

9. Suaka Margasatwa Sermo

Suaka Margasatwa Sermo terletak di Jalan Sermo-Kokap, Dusun Klebu, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Klon Progo.

Tempat ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat, berjarak 15 km dari Bandara Internasional Yogyakarta dengan waktu tempuh 30-35 menit.

Pengunjung dapat berfoto dengan latar pohon-pohon besar yang kokoh dan dedaunan yang jatuh secara alami menambah kesan natural.

Baca juga: Wisata ke Air Terjun Kedung Pedut, Main Air di Kolam Pemandian Alami

Di samping kawasan Suaka Margatawa, terdapaat lintasan jalan yang biasanya digunakan untuk trekking sepeda.

Kawasan ini merupakan hutan lindung bagi punai gading, kepodang hitam, bondol Jawa, cucak kutilang, dan tekukur.

Pengunjung tidak perlu membayar biaya masuk alias gratis, tapi harus menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di kawasan Suaka Margasatwa Sermo.

10. Yogyakarta Orangutan Center

Yogyakarta Orang Utan Center atau Wildlife Rescue Center Yogyakarta berlokasi di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, dengan luas sekitar 14 hektar.

Jaraknya sekitar 19 km dari Bandara Internasional Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 30-35 menit.

Yogyakarta Orangutan Center merupakan tempat konservasi satwa yang terancam punah. Pengunjung dapat melihat dan bahkan menyentuh hewan, tetapi tidak boleh sembarangan memberikan makan.

Baca juga: Mudik ke Kulon Progo, Yuk Mampir ke Pemecah Gelombang Pantai Glagah

Tempat ini juga tidak dibuka untuk umum. Bila hendak mengunjungi harus melakukan reservasi dan harga tiket masuk sebesar Rp 8.000 per orang.

Operasional Yogyakarta Orangutan Center dibuka setiap Senin–Sabtu mulai jam 8 pagi hingga jam 3 sore.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X