Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Turkish Airlines Mulai Beroperasi, ke Istanbul Tak Perlu Rapid Test

Kompas.com - 30/08/2020, 09:26 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Turki sudah kembali membuka jalur penerbangan internasional. Salah satu maskapai penerbangan dari Indonesia ke Turki pulang pergi (pp), yaitu Turkish Airlines juga telah beroperasi kembali.

Sesuai kebijakan Pemerintah Turki, maka Turkish Airlines tidak mewajibkan para penumpang melakukan rapid test atau swab test terlebih dahulu untuk tujuan ke Turki.

Sales Manager Indonesia Turkish Airlines, Yemima Paomey mengatakan, tidak ada kewajiban dari pihak maskapai untuk para penumpang rapid test atau swab test sebagai syarat terbang tujuan ke Turki, misalnya untuk rute Jakarta ke Istanbul.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam webinar ASTINDO DKI Jakarta bertemakan "Update Terbaru Industri Penerbangan Domestik dan Internasional" Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Protokol New Normal Pariwisata Turki, Sertifikasi Kesehatan

Ia menambahkan kewajiban rapid test atau PCR biasanya dilakukan beberapa travel agent ke penumpang.

Meski demikian, pihak Turkish Airlines tak memungkiri jika ada kebijakan berbeda dari pihak bandara untuk mewajibkan semua penumpang melakukan rapid test atau swab test sebelum keberangkatan.

Oleh karena itu, pihaknya tetap menyarankan agar penumpang Turkish Airlines bisa berjaga-jaga dengan membawa dokumen rapid test atau swab test tersebut untuk pemeriksaan di bandara keberangkatan.

"Tapi kan ada yang bilang juga kalau dari pihak bandara suka ada random check untuk itu. Jadi mungkin lebih aman ada yang disebut dengan rapid test," imbuhnya.

Prosedur tiba di Bandara Istanbul

Ia menambahkan bahwa, penumpang yang tiba di bandara kedatangan Istanbul, Turki, tidak akan mengalami pemeriksaan atau dimintakan persyaratan tambahan, seperti dokumen rapid test dan sebagainya.

Para penumpang hanya diminta persyaratan terbang seperti sebelum pandemi. Namun, para penumpang tetap akan melalui proses screening. Jika terlihat gejala Covid-19, maka penumpang harus melakukan rapid test di bandara.

"Nah, kalau positif, nanti akan dikarantina dengan biaya sendiri. Jadi penumpang disarankan untuk punya asuransi," ungkapnya.

Hagia Sophia di Istanbul, Turki.ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA Hagia Sophia di Istanbul, Turki.

Asuransi perjalanan tersebut, kata dia, bisa diperoleh melalui agen perjalanan wisata maupun melalui Turkish Airlines.

"Bisa melalui website kami, jadi bisa juga apply lewat website kami di Turkish Airlines," tambahnya.

Kapasitas tempat duduk

Semua pesawat Turkish Airlines sudah dilengkapi filter HEPA yang mencegah penyebaran virus melalui sirkulasi udara.

"HEPA filter ini yang bisa menyaring virus bakteri sampai 99 persen. Dan di dalam pesawat itu setiap 3 menit, pramugari akan memberikan informasi bahwa akan ada pergantian udara. Jadi sirkulasi udara setiap 3 menit akan diganti dengan udara yang baru," kata dia.

Mengandalkan kemampuan filter HEPA, pihaknya pun tetap memberikan kapasitas normal tempat duduk.

Untuk rute internasional, Turkish Airlines tidak menerapkan kapasitas tempat duduk yang dikurangi 50-70 persen.

Baca juga: Hagia Sophia Turki Jadi Masjid, Apakah Masih Bisa Dikunjungi Turis?

"Kami tidak terapkan itu, jadi kita masih bisa full capacity," ungkapnya.

Namun pihaknya menerapkan standar protokol kesehatan dengan adanya HEPA filter dan memberikan perlengkapan masker, hand sanitizer, tisu basah di dalam pesawat.

Hal ini karena untuk penerbangan internasional tidak ada batasan kapasitas tempat duduk. Berdasarkan kebijakan dari Dirjen Perhubungan Udara, pembatasan kapasitas tempat duduk hanya diberlakukan untuk penerbangan domestik.

Kemudian, pramugari juga dibatasi untuk berlalu lalang di lorong tempat duduk penumpang.

"Jadi di dalam pesawat, begitu pramugari kasih makanan, dia hanya kasih makanan boks. Setelah itu pramugarinya pergi," ujarnya.

Baca juga: Sejarah Masjid Biru Turki, Sudah Ada sejak Tahun 1600-an

Selain itu, untuk tas atau barang yang dapat dibawa penumpang ke dalam pesawat hanya maksimal 4 kilogram.

Adapun tas tersebut yang diizinkan hanya berupa tas tangan, tas laptop atau kamera.

"Jadi yang tadinya cabin baggage kita 8 kilogram, itu sekarang gak boleh dibawa ke dalam kabin, tapi kita tambahkan sebagai extra checkin bagage. Jadi untuk ekonomi yang tadinya 30 kilogram, dan bisnis class 40 kilogram, masing-masing kita tambahkan," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com