5 Kegiatan Menarik yang Bisa Dilakukan di Desa Wisata Cibuntu, Apa Saja?

Kompas.com - 30/08/2020, 14:02 WIB
Ilustrasi gunung - Pemandangan Gunung Ciremai dan persawahan. SHUTTERSTOCK / BABAN SOBARUDINIlustrasi gunung - Pemandangan Gunung Ciremai dan persawahan.

KOMPAS.com – Jika ingin menikmati keindahan alam yang masih asri dan mempelajari kebudayan masyarakat setempat, kamu bisa berlibur ke Desa Wisata Cibuntu.

Hamparan rerumputan hijau yang membentang di bawah kaki Gunung Ciremai bisa kamu manfaatkan sebagai tempat berpiknik sambil menikmati sejuknya udara di sana.

Baca juga: Pendakian Gunung Ciremai via Majalengka Dibuka, Ada Kuota Pendaki

Kendati demikian, piknik sambil melihat panorama alam sekitar bukanlah satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Desa Wisata Cibuntu.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan wisatawan saat berada di Desa Wisata Cibuntu?

1. Main ke air terjun

Desa Wisata Cibuntu memiliki Air Terjun Gongseng yang bisa dikunjungi. Di sana, wisatawan bisa berenang atau melihat deretan tebing megah di sekitarnya.

Jika ingin bersantai sejenak, terdapat sebuah gazebo di dekat tebing yang didirikan masyarakat setempat.

2. Minum dari mata air alami sambil kemah

Selain berenang, wisatawan juga bisa meminum air alami yang tersedia di Desa Wisata Cibuntu. Tepatnya di mata air Kahuripan.

Usai menikmati air alami, wisatawan bisa berkemah di area yang telah disediakan pihak desa wisata.

3. Lihat situs purbakala

Selain menawarkan panorama Gunung Ciremai dan udara sejuk, Desa Wisata Cibuntu juga memiliki situs peninggalan zaman dulu.

Ilustrasi gunung - Pemandangan Gunung Ciremai dan persawahan.SHUTTERSTOCK / RULI FIRMAN AZIZI Ilustrasi gunung - Pemandangan Gunung Ciremai dan persawahan.

Jika ingin melakukan wisata sejarah, kamu bisa berkunjung ke arca peninggalan sejarah masa Hindu Buddha yang disebut situs Saurip Kidul, Bujal Dayeuh, dan Hulu Dayeuh.

4. Berkunjung ke kampung kambing

Bagi wisatawan yang ingin coba bermain dengan kambing atau melihat anak kambing yang lucu, mereka bisa berkunjung ke Kampung Kambing.

Tempat ini merupakan sebuah kandang khusus yang diisi lebih dari ribuan kambing milik masyarakat setempat.

Baca juga: Uniknya Desa Wisata Cibuntu, Ada Kampung Kambing yang Bersih

Kamu tidak perlu khawatir jika area tersebut kotor karena Kampung Kambing dirawat oeh warga sehingga lingkungannya bersih.

5. Jalan-jalan santai

Desa Wisata Cibuntu terletak di kaki Gunung Ciremai. Hal ini keindahan alamn dan sejuknya udara di sana tidak perlu dipertanyakan.

Selama berwisata di sana, pengunjung bisa jalan-jalan di sebuah jalur setapak di tengah hamparan rumput yang letaknya tidak begitu jauh dari perumahan warga.

Desa Wisata Cibuntu sendiri merupakan salah satu desa wisata terbaik di Jawa Barat dan berhasil menyabet penghargaan tingkat nasional.

Baca juga: 6 Pilihan Wisata di Jabar yang Sudah Siap Sambut Kembali Wisatawan

Desa tersebut juga pernah dinobatkan menjadi desa wisata terbaik urutan kelima tingkat ASEAN pada 2016 untuk bidang homestay.

Jika ingin berkunjung, Desa Wisata Cibuntu terletak sekitar 28 km dari Kota Kuningan, Jawa Barat. Harga tiketnya adalah Rp 5.000.

Jika ingin berenang, wisatawan bisa membayar Rp 10.000 untuk orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Sementara tarif berkemah adalah Rp 250.000, termasuk makan tiga kali.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X