Kompas.com - 01/09/2020, 19:17 WIB
Orang melintas di salah satu terminal keberangkatan yang nyaris kosong, di Bandara Internasional John F Kennedy, New York, 31 Januari 2020. Kecemasan meningkat menyusul penyebaran virus corona ke sejumlah negara di belahan dunia. AFP/GETTY IMAGES/SPENCER PLATTOrang melintas di salah satu terminal keberangkatan yang nyaris kosong, di Bandara Internasional John F Kennedy, New York, 31 Januari 2020. Kecemasan meningkat menyusul penyebaran virus corona ke sejumlah negara di belahan dunia.

KOMPAS.com – Bandara John F Kennedy dan LaGuardia akan mendirikan fasilitas tes Covid-19 untuk menyaring penumpang yang tiba di New York.

Melalui konferensi pers pekan ini, melansir Lonely Planet, Sabtu (29/8/2020), Gubernur Andrew Cuomo mengatakan bahwa fasilitas baru itu akan memudahkan negara bagian tersebut memeriksa orang-orang yang datang ke sana.

Baca juga: Di Mana Bandara Paling Sibuk Selama Pandemi Covid-19?

Adapun, fasilitas akan didirikan oleh Port Authority of New York dan New Jersey and NYC Health + Hospitals selaku badan pemerintahan yang mengawasi rumah sakit umum dan klinik kesehatan setempat.

“Tingkat infeksi kami rendah. Pertanyaannya, bagaimana agar tetap rendah? Bagaimana kamu yakin bahwa kamu tidak terinfeksi oleh orang lain yang datang dari negara bagian lain yang tingkat infeksinya tinggi?” kata Cuomo, dilansir dari Lonely Planet.

New York merupakan salah satu negara bagian yang paling terdampak pada gelombang pertama pandemi Covid-19.

Baca juga: Unik! Garasi Sepeda di Belanda Terlihat Seperti Bandara Kekinian

Namun dalam beberapa minggu terakhir, para petinggi pemerintahan berhasil membendung infeksi karena pembukaan kembali ekonomi secara bertahap dan hati-hati.

Mereka juga melakukan tes Covid-19 secara meluas. Kini, negara bagian tersebut ingin memperluas kemampuan pemeriksaan virus ke perbatasannya di bandara-bandara kota.

Penumpang mengenakan masker di ruang tunggu yang nyaris kosong di Bandara Internasional John F Kennedy, New York, 31 Januari 2020. Kecemasan kian meningkat menyusul penyebaran virus corona yang semakin luas.AFP/SPENCER PLATT Penumpang mengenakan masker di ruang tunggu yang nyaris kosong di Bandara Internasional John F Kennedy, New York, 31 Januari 2020. Kecemasan kian meningkat menyusul penyebaran virus corona yang semakin luas.

Meski begitu, para petinggi pemerintahan masih belum mengonfirmasi kapan tes Covid-19 akan tersedia.

Selain itu, mereka juga belum memberitahu tentang biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan hasil tes. Namun, sistem tersebut diperkirakan akan diterapkan beberapa minggu mendatang.

Baca juga: Indonesia Punya 30 Bandara Internasional, Mana Saja?

Masyarakat yang tiba di New York dari area dengan risiko infeksi Covid-19 tinggi harus melakukan karantina mandiri selama dua minggu.

Selanjutnya, mereka diwajibkan mengisi sebuah formulir sebelum meninggalkan bandara dengan informasi kontak lokal serta dimana mereka akan tinggal selama karantina.

Hal ini terus berlanjut lantaran New York kerap memperbarui anjuran perjalanannya dengan New Jersey dan Connecticut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.