8 Fakta Edelweis, Bunga Abadi di Gunung yang Tak Boleh Dipetik

Kompas.com - 02/09/2020, 08:08 WIB
Kebun Kasna atau yang kerap disebut warga sekitar sebagai Kebun Edelweis yang terletak tak jauh dari Pura Besakih, Bali. Dokumen Pribadi Putu RezaKebun Kasna atau yang kerap disebut warga sekitar sebagai Kebun Edelweis yang terletak tak jauh dari Pura Besakih, Bali.

2. Tumbuh 10 tahun, berjuluk bunga abadi

Tak banyak yang tahu mengapa alasan di balik julukan bunga abadi disematkan pada bunga Edelweis.

Bunga ini disebut abadi karena memiliki waktu mekar yang lama, hingga 10 tahun lamanya. Oleh karena itu disebut bunga abadi.

Baca juga: Waktu Terbaik untuk Kunjungi Kebun Edelweis di Besakih Bali

Hormon etilen yang ada pada bunga Edelweis, bisa mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.

3. Tak boleh dipetik, ada UU Nomor 5 Tahun 1990

Bagi kamu yang kedapatan memetik bunga Edelweis, dapat dikenakan sanksi. Itu karena bunga Edelweis dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem.

Ayat (1) pasal ini menyebutkan, Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional.

Sementara, ayat (2) berbunyi, Perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi mengurangi, menghilangkan fungsi dan luas zona inti taman nasional, serta menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli.

Diberitakan Kompas.com, 23 Juli 2017, ada sanksi pidana yang bisa menjerat pemetik Edelweis, mulai dari penjara selama lima tahun dan satu tahun.

Baca juga: Ketika Edelweis Jadi Komoditas Komersial

Selain itu, mereka yang memetik bunga edelweiss bisa juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta dan Rp 50 juta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X