8 Fakta Edelweis, Bunga Abadi di Gunung yang Tak Boleh Dipetik

Kompas.com - 02/09/2020, 08:08 WIB
Bunga Edelweiss di Gunung Sindoro. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaBunga Edelweiss di Gunung Sindoro.

Dikenal sebagai bunga yang tumbuh di pegunungan, Edelweis juga memiliki cara bertahan hidup yang kuat, bahkan di tanah tandus sekalipun.

Dilansir Tribun Travel, Edelweis mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

7. Populasi makin berkurang karena banyak dipetik pendaki

Mirisnya, bunga Edelweis kini terancam keberadaannya. Populasi bunga ini dikatakan semakin berkurang karena ulah beberapa pendaki yang memetik seenaknya.

Tercatat beberapa kasus pemetikan bunga Edelweis di gunung dalam periode waktu 2017-2020.

Misalnya, pada 2017, ada lima pendaki mencabut bunga Edelweis di Gunung Rinjani. Kemudian Juni 2018 terjadi pula peristiwa serupa di Gunung Ciremai, Jawa Barat di mana ada sekelompok pendaki membawa turun bunga Edelweis.

Baca juga: Cerita Pendaki Usil Petik Edelweis yang Terus Berulang...

Tahun yang sama juga terjadi di Gunung Merbabu di mana seorang pendaki kepergok tengah memfoto segenggam bunga Edelweis.

Baru-baru ini terjadi, tepatnya Minggu (30/8/2020), ada beberapa pendaki yang terlihat membawa bunga Edelweis di Gunung Buthak, Jawa Timur. Beruntung, ulah mereka langsung terlihat pendaki lainnya.

Mereka pun ditegur dan kemudian menaruh bunga tersebut kembali.

8. Ada tempat budi dayanya

Di Gunung Bromo, Edelweis tengah dibudi dayakan. Budi daya ini sudah dijalankan sejak 10 November 2018 bebarengan dengan peresmian Desa Wisata Edelweis di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Padang edelweis PapandayanAko Rondo PA Padang edelweis Papandayan

Edelweis hasil budi daya sekelompok petani bernama Hulun Hyang itu dapat dijual sebagai oleh-oleh wisatawan yang datang.

Jual beli hasil budidaya Edelweis ini juga legal dan resmi. Hal ini karena terdapat perbedaan fisik baik edelweis asli dan edelweis budi daya.

Bunga edelweis hasil budi daya tampak lebih gemuk dan subur dibanding edelweis yang tumbuh liar di pegunungan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X