7 Tips Berkunjung ke Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang

Kompas.com - 07/09/2020, 08:19 WIB
Dusun Butuh di Magelang dengan Julukan Nepal van Java. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYADusun Butuh di Magelang dengan Julukan Nepal van Java.

KOMPAS.comDusun Butuh yang ada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, kini tengah naik daun.

Dusun itu mendapat julukan sebagai Nepal van Java karena memiliki pemandangan berupa rumah penduduk yang seolah bertumpuk di lereng gunung, seperti Negara Nepal.

Bedanya, Dusun Butuh berada di lereng Gunung Sumbing, sementara Negara Nepal memiliki Gunung Everest.

Pemandangan seperti itu pun segera dikenal masyarakat luas setelah tersebar luas di media sosial. Kini, banyak orang datang ke Dusun Butuh karena penasaran dengan nuansa Nepal van Java.

Baca juga: Nepal van Java Dusun Butuh Magelang yang Unik Berlatar Gunung Sumbing

Jika berencana berkunjung ke Dusun Butuh, simak dulu tipsnya berikut ini:

1 Pastikan kendaraan kuat menanjak

Lokasi Dusun Butuh berada di ketinggian, yakni lereng Gunung Sumbing. Oleh karena itu, pengunjung akan cukup akrab dengan tanjakan saat menuju ke sana.

Kondisi jalan seperti itu tentu saja membutuhkan kendaraan yang kuat untuk menanjak, baik mobil atau sepeda motor.

Perjalanan menuju Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Perjalanan menuju Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang.

Namun jika kendaraan tidak kuat menanjak, telah ada jasa ojek yang bisa mengantar pengunjung sampai Dusun Butuh.

2 Kendaraan matic, waspada rem blong

Kondisi jalan yang menanjak sudah pasti akan berubah menjadi turunan saat perjalanan pulang dari Dusun Butuh.

Selain cukup curam di beberapa titik, turunan juga cukup panjang. Ini harus diwaspadai pemilik kendaraan matic.

Baca juga: Dusun Butuh Disebut Mirip Nepal, Inikah Dusun Tertinggi di Magelang?

Terus mengerem saat melewati turunan membuat rem kendaraan rawan blong. Lebih baik jika berhenti sejenak setelah beberapa jauh melewati jalan menurun untuk mendinginkan rem sambil menikmati pemandangan.

3 Pakai kamera drone

Agar nuansa Nepal van Java dapat terabadikan dengan baik, maka kamera drone menjadi perangkat yang tepat.

Kamera drone dapat terbang di udara, sehingga rumah-rumah warga akan tampak seolah benar-benar bertingkat atau bertumpuk seperti di Nepal.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Anggara W. Prasetya (@anggarawepe) on Aug 28, 2020 at 4:58am PDT

Melalui kamera drone, kombinasi pemandangan rumah penduduk dan latar belakang Gunung Sumbing bisa didapatkan. Meski begitu, memotret Dusun Butuh dari bawah juga tidak kalah keren.

4 Datang saat cuaca cerah

Nuansa Nepal van Java dengan latar belakang Gunung Sumbing jelas hanya dapat dinikmati saat cuaca cerah.

Saar cerah, lagit biru di angkasa juga makin mempercantik pemandangan. Kombinasi langit biru, hijau Gunung Sumbing, dan perumahan penduduk akan tampak begitu padu.

Baca juga: 7 Pilihan Wisata Alam di Magelang yang Tak Boleh Dilewatkan

Cuaca cerah biasanya terjadi saat musim kemarau, antara Mei hingga September. Sebaliknya, saat musim hujan antara November hingga April, cuaca kerap mendung atau kabut tebal.

5 Datang pagi hari

Pagi hari menjadi waktu yang pas untuk berkunjung ke Nepal van Java di Dusun Butuh, Kabupaten Magelang.

Dusun Butuh di Magelang yang mendapat julukan Nepal van Java.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Dusun Butuh di Magelang yang mendapat julukan Nepal van Java.

Biasanya, cuaca di sana cerah pada pagi hari. Dengan demikian, pemandangan akan dapat teramati semua.

Selain itu, cahaya matahari timur juga makin menguatkan warna. Obyek yang difoto pun tampak makin indah.

6 Ramah terhadap warga sekitar

Dusun Butuh merupakan destinasi wisata yang ada di perkampungan penduduk. Wisatawan yang datang ke sana sebenarnya juga bertamu ke wilayah orang lain.

Oleh karena itu, hendaknya tetap bersikap ramah dan sopan saat berkunjung untuk menghargai masyarakat setempat.

Baca juga: Mata Langit di Magelang, Tawarkan Panorama Enam Gunung

Saat melintas, terutama yang naik sepeda motor, sapalah warga yang sedang duduk atau berjalan di pinggir jalan.

7 Patuhi protokol kesehatan

Saat pandemi seperti ini, semua pengunjung Dusun Butuh wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak.

Keindahan Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang kerap disandingkan dengan indahnya Nepal dan deretan pegunungan Himalayanya. Foto diambil pada bulan November 2019 TRIBUNJOGJA.COM/Rendika Ferri Keindahan Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang kerap disandingkan dengan indahnya Nepal dan deretan pegunungan Himalayanya. Foto diambil pada bulan November 2019

Tentu saja sudah jadi kewajiban semua orang untuk mencegah agar virus Covid-19 tidak menyebar ke orang lain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X