Kompas.com - 07/09/2020, 14:41 WIB
Pemandangan Gunung Piramid di Bondowoso, Jawa Timur. Dokumentasi PakabonPemandangan Gunung Piramid di Bondowoso, Jawa Timur.

KOMPAS.com - Para pegiat alam Gunung Piramid menyuarakan pendapatnya dan bersikeras agar pemerintah segera meresmikan wisata pendakian Gunung Piramid.

Seperti diketahui, pendakian ke Gunung Piramid hingga kini memang belum diperbolehkan. Namun, warga atau pendaki bisa naik dengan bebas karena belum adanya pengelola, baik dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso maupun Perhutani.

Tak adanya kejelasan itu, membuat pemandu gunung dan pegiat alam Gunung Piramid kini menganggur kembali sejak akses pendakian ditutup oleh Perhutani akibat insiden meninggalnya pendaki pada awal Agustus 2020 lalu.

Baca juga: Gunung Piramid dalam Ingatan Mereka yang Pernah Mendakinya...

Pakabon, salah satu pemandu gunung Piramid dan pegiat alam mengatakan, penutupan dan ketidakjelasan peresmian ini mengganggu jalannya perekonomian para pelaku pariwisata gunung khususnya dan Bondowoso umumnya.

Menurut dia, Gunung Piramid sudah merupakan magnet dan pintu gerbang orang berwisata ke Bondowoso.

"Dampaknya selama ini sangat besar ke masyarakat setempat, pegiat, perhotelan, transportasi dan lainnya," kata Pakabon saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/9/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Syarat Gunung Piramid Jadi Daya Tarik Wisata Minat Khusus

Gunung Piramid sendiri, imbuh dia, sudah dikenal di dunia pendakian, baik nusantara maupun mancanegara.

Berhentinya aktivitas pendakian di Gunung Piramid membuat ia bersama rekan-rekannya sesama pemandu, tak bisa berbuat banyak dan tak memiliki penghasilan.

"Ya, banyak nganggurnya, terutama yang memang kompeten di Piramid. Gak ada kegiatan kami, cuma sekadar jalan-jalan menikmati, tapi kan gak ada dampak atau penghasilannya," ujar Pakabon.

Gunung Piramid yang sudah mendunia

Mendengar nama Gunung Piramid, orang sudah memikirkan bahwa tempat itu berada di daerah Bondowoso, Jawa Timur.

Keindahan alam di puncak Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur.Dokumentasi Pakabon Keindahan alam di puncak Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur.

Menurut Pakabon, Gunung Piramid memang sudah memiliki nama yang besar di dunia pariwisata dan mampu menggerakkan perekonomian Bondowoso.

Baca juga: Cegah Ada Korban lagi, Gunung Piramid Ditutup, Perhutani Siapkan Penjaga

Tak kunjungnya legalisasi pendakian menjadi hambatan besar bagi pegiat pariwisata Gunung Piramid untuk dapat menghidupkan kembali tempat ini.

"Sayang karena brand Piramid sudah kuat. Kami misalnya keluar kota dari Bondowoso bilang 'oh Gunung Piramid ya', semua bilang begitu," kata Pakabon.

Faktanya, belum ditetapkan sebagai daya tarik wisata

Adapun, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Arif Setyo Raharjo, saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/8/2020) mengatakan, Gunung Piramid memang belum resmi ditetapkan sebagai daya tarik wisata (DTW) alam.

Pakabon tengah memandu pendaki mancanegara di puncak Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur.Dokumentasi Pakabon Pakabon tengah memandu pendaki mancanegara di puncak Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur.

"Untuk puncak atau Gunung Piramid, itu belum menjadi daerah yang kita kerja samakan dengan Perhutani. dalam arti belum jadi DTW alam," kata dia.

Menurut Arif, alasan pertama gunung ini belum jadi DTW alam adalah, daerah tersebut masih membutuhkan pembenahan untuk memenuhi kategori tempat wisata.

Baca juga: Gunung Piramid Belum Jadi Daya Tarik Wisata, Diimbau Tidak Mendaki

Selain itu, sambung dia, Dinas Pariwisata tengah menghitung risiko untuk pengunjung, fasilitas untuk wisatawan, dan aksesibilitas sarana prasarana yang harus dilengkapi.

"Hal ini perlu agar kami dapat identifikasi untuk diresmikan sebagai DTW alam. Jadi secara resmi atau legal, memang kita belum menetapkan atau menjadikan Gunung Piramid ini sebagai destinasi wisata alam," ujar Arif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Travel Update
4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

Travel Tips
Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Travel Update
Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Travel Update
Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Travel Update
6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

Travel Tips
Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.