PHRI: PSBB Total Akan Berdampak Lebih Parah bagi Hotel dan Restoran

Kompas.com - 11/09/2020, 10:10 WIB
Ilustrasi hotel. shutterstock.com/Pattier_StockIlustrasi hotel.

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Maulana Yusran menanggapi rencana pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta yang akan kembali seperti semula, mulai Senin (14/9/2020).

Menurut dia, pengetatan PSBB kembali seperti awal akan berdampak lebih parah bagi sektor pariwisata, salah satunya hotel dan restoran.

"Dampaknya pasti ada, tapi yang ini pasti akan lebih parah. Kenapa? Karena pandemi ini bukan baru terjadi, sudah dari Maret, kemudian pelonggaran PSBB kemarin dengan protokol kesehatan belum memulihkan semua sektor bisnis," kata Maulana saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/9/2020).

Ia juga mengungkapkan bahwa selama Covid-19 masih ada, sektor pariwisata pasti akan terhambat karena orang masih akan khawatir untuk bepergian di tengah pandemi.

Baca juga: PSBB Total Diterapkan, Tempat Wisata Milik DKI Jakarta akan Ditutup 

"Padahal, transisinya sudah, SIKM juga sudah enggak ada, kemudian harga pun murah-murah semuanya. Tetap saja enggak ada yang bergerak. Pergerakan itu cuma overland, itu juga ke destinasi terdekat. Yang bergerak kan banyak di daerah Pulau Jawa, kan begitu," ujar Maulana.

Selama transisi berlangsung, ia mengaku bahwa mulai ada wisatawan yang kembali bepergian, tetapi dalam jarak dekat Jakarta, seperti ke Puncak Bogor dan Bandung.

Okupansi rata-rata hotel tidak bisa dikatakan terjadi kenaikan selama transisi

Khusus masalah di bidang perhotelan, terkait okupansi selama masa transisi, menurut dia, tidak ada kenaikan. Hanya hotel-hotel bintang tiga ke atas yang mengalami kenaikan okupansi.

Baca juga: Rekomendasi 5 Hotel di Badung Bali, Harga Mulai Rp 250.000-an

"Karena mereka memakan rate-nya hotel-hotel bintang tiga ke bawah. Jadi hotel bintang tiga ke bawah itu justru okupansinya kecil," sambung dia.

Ia melanjutkan, persepsi terjadi kenaikan okupansi hotel itu kurang tepat karena rata-rata okupansi hanya 20 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X