Kompas.com - 11/09/2020, 20:15 WIB

KOMPAS.com – Pulau Bali memiliki banyak indah yang sudah mendunia. Hal tersebut membuat wisatawan gemar berkunjung ke sana.

Selain menikmati panorama alamnya, juga melakukan berbagai macam kegiatan olahraga air seperti berselancar atau bermain jet ski.

Baca juga: 3 Danau di Bali yang Wajib Dikunjungi, Ada Danau Batur

“Kalau pantai untuk diving bisa ke Pantai Lovina, Pantai Amed, dan Pantai Tulamben. Di Pantai Lovina juga bisa lihat lumba-lumba,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, I Nyoman Nuarta, kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2020).

Lantas, seperti apa keindahan ketiga pantai tersebut dan mengapa wisatawan patut berkunjung ke sana untuk diving?

  • Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng

Pantai Lovina berlokasi di Kabupaten Buleleng. Jarak tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah sekitar 92,5 km menggunakan mobil. Waktu tempuhnya kurang lebih 2 jam 14 menit.

Pantai yang terkenal akan atraksi lumba-lumbanya juga menawarkan panorama alam yang unik. Mulai dari pasir hitamnya yang eksotis, hingga ekosistem lautnya yang cukup terjaga.

Wisatawan melihat dari jarak cukup dekat lumba-lumba yang muncul di permukaan di Pantai Lovina, Singaraja, Bali.KOMPAS/BENNY D KOESTANTO Wisatawan melihat dari jarak cukup dekat lumba-lumba yang muncul di permukaan di Pantai Lovina, Singaraja, Bali.

Untuk melihat keindahannya lebih dekat, wisatawan bisa snorkeling atau diving di Pantai Lovina jika tidak puas hanya melihat dari bibir pantai atau atas perahu.

Ekosistem bawah laut Pantai Lovina tidak kalah menariknya dari pantai lain. Sembari menyelam, kamu juga bisa bermain dengan ikan-ikan hias yang berenang ke sana kemari atau mengumpat di balik terumbu karang.

Jika beruntung, mungkin kamu bisa berpapasan dengan sekumpulan lumba-lumba yang saling bermain satu sama lain.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Pantai Tersembunyi di Bali, Indah dan Sepi

Apabila tidak bertemu dengan lumba-lumba, kamu bisa kembali esok hari untuk melihat atraksi lumba-lumba dari atas perahu mulai pukul 6 pagi.

Gunung Agung dari  kawasan Wisata Pantai Amed, Desa Purwekerti, Karangasem.KOMPAS.com/Ira Rachmawati Gunung Agung dari kawasan Wisata Pantai Amed, Desa Purwekerti, Karangasem.

 

  • Pantai Amed, Kabupaten Karangasem

Pantai Amed terletak di Kabupaten Karangasem. Jarak tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah sekitar 89,6 km menggunakan mobil. Waktu tempuhnya kurang lebih 2 jam 11 menit.

Pantai Amed merupakan salah satu pantai di Karangasem yang keindahannya masih terjaga. Hal ini karena pantai-pantai di sana tidak seramai pantai di daerah Bali Selatan.

Dengan demikian, kamu bisa menikmati kegiatan menyelam lebih tenang karena tidak perlu khawatir spot diving akan ramai oleh penyelam lain.

Area bawah laut pantai tersebut menawarkan panorama yang fantastis karena terumbu karangnya yang masih terjaga.

Perairannya yang masih jernih membuat para penyelam bisa dengan mudah melihat banyak ikan kecil dan biota laut lainnya.

Tidak hanya itu, para penyelam bisa melihat bangkai kapal patroli Jepang yang karam saat Perang Dunia II sekitar 20 meter dari bibir pantai.

 

  • Pantai Tulamben, Kabupaten Karangasem

Pantai Tulamben terletak di Kabupaten Karangasem. Jarak tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah sekitar 93,8 km menggunakan mobil. Waktu tempuhnya kurang lebih 2 jam 15 menit.

Jarak antara Pantai Amed dan Tulamben terbilang cukup dekat. Jika menggunakan mobil, jarak tempuhnya adalah sekitar 14,8 km. Waktu tempuhnya sekitar 23 menit.

Baca juga: Rekomendasi 5 Wisata Gunung di Bali, Cocok bagi Pendaki Pemula

Pantai Tulamben merupakan salah satu titik selam paling terkenal di Pulau Dewata. Namun terdapat hal menarik lain yang membuat pantai ini unik yaitu karakteristiknya.

Berbeda dengan pantai lainnya yang berpasir, Pantai Tulamben memiliki karakteristik pantai berbatu hitam bak kerikil.

Panorama hamparan lautnya yang jernih, pepohonan asri yang mengelilinginya, serta pegunungan yang terlihat di ujung pantai mampu membuat mata terbelalak.

Salah satu surga bagi para penyelam ini juga memiliki keindahan bawah laut yang tidak kalah menariknya.

Baca juga: Pantai Tanjung Benoa, Tempat Diving untuk Pemula di Bali

Pantai Tulamben menawarkan ekosistem laut yang masih terjaga. Selama menyelam, wisatawan bisa melihat berbagai terumbu karang yang cantik dan biota laut lainnya.

Sama seperti Pantai Amed, Pantai Tulamben juga memiliki bangkai kapal USAT Liberty yang karam pada 1942. Bangkai kapal tersebut kini menjadi spot yang paling disukai oleh para penyelam.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Royal Ambarrukmo Yogyakarta yang Jadi Tempat Pernikahan Kaesang

Lokasi Royal Ambarrukmo Yogyakarta yang Jadi Tempat Pernikahan Kaesang

Travel Update
15 Tempat Wisata Tahun Baru di Kota Bandung, Bisa City Tour

15 Tempat Wisata Tahun Baru di Kota Bandung, Bisa City Tour

Jalan Jalan
Nikahan Kaesang, Wisata Istana Mangkunegaran Tutup 7-11 Desember 2022

Nikahan Kaesang, Wisata Istana Mangkunegaran Tutup 7-11 Desember 2022

Travel Update
Ini 5 Tips Traveling ke Luar Negeri Antiribet

Ini 5 Tips Traveling ke Luar Negeri Antiribet

BrandzView
Panduan Transportasi ke Museum Katedral Jakarta, Berhenti di Stasiun Juanda

Panduan Transportasi ke Museum Katedral Jakarta, Berhenti di Stasiun Juanda

Travel Tips
Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Komunikasi Efektif Penting untuk Kenyamanan Wisatawan di Labuan Bajo

Travel Update
Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Multiple Entry Visa, Tak Hanya Bisa Digunakan untuk Wisata

Travel Update
20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

20 Destinasi Wisata Teraman Dunia, Singapura Nomor 1 dan Tak Ada Indonesia

Travel Update
13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

13 Tips Traveling Aman ke Tempat Baru, Riset dan Bawa Perlengkapan

Travel Tips
Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Jelang Nataru, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Terus Naik

Travel Update
30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

30 Tempat Wisata Akhir Tahun di Lembang yang Ramah Anak

Jalan Jalan
Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Dusun Semilir Akhirnya Akan Grand Opening 8 Januari 2023

Travel Update
Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Travel Update
5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

Jalan Jalan
3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.