De Djawatan Banyuwangi Sudah Terapkan Protokol Kesehatan, Seperti Apa Keindahannya?

Kompas.com - 12/09/2020, 11:11 WIB
Suasana De Djawatan Banyuwangi saat hari libur. (22/9/2019) KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYASuasana De Djawatan Banyuwangi saat hari libur. (22/9/2019)

KOMPAS.com - Protokol kesehatan menjadi hal yang utama dalam pembukaan pariwisata di setiap destinasi wisata.

Enam bulan pandemi Covid-19 melanda, beberapa destinasi wisata mulai membuka kembali pariwisatanya dengan syarat, yakni menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu destinasi wisata yaitu Banyuwangi, tak main-main dalam menerapkan protokol kesehatan.

Setiap tempat wisata di Banyuwangi yang ingin dibuka, wajib lolos verifikasi dan mendapat sertifikat layak kunjungan.

Aktor dan Travel Enthusiast, Dion Wiyoko saat berwisata di De Djawatan, Banyuwangi, Jawa Timur.Dokumentasi Dion Wiyoko Aktor dan Travel Enthusiast, Dion Wiyoko saat berwisata di De Djawatan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Adapun, salah satu tempat wisata yang sudah dibuka kembali untuk umum adalah De Djawatan Banyuwangi.

Penerapan protokol kesehatan itu telah dilihat langsung oleh aktor dan travel enthusiast  Dion Wiyoko dalam Live Instagram Kompas.com Travel Talk bertemakan Wisata Alam Indah dan Nyaman di Banyuwangi, Rabu (9/9/2020).

Sebelum masuk ke De Djawatan, ia mengaku dicek suhu tubuhnya oleh petugas yang berjaga di pintu masuk.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas.com (@kompascom) on Sep 9, 2020 at 2:55am PDT

"Mau masuk pintu gerbangnya aja pas di De Djawatan, itu ada petugas yang memang mengecek suhu badan dari pengunjungnya masing-masing," kata Dion.

Selain itu, masker wisatawan yang salah posisi akan ditegur petugas jaga. Para petugas pun lengkap menggunakan face shield, masker, dan sarung tangan.

Dion kagum dengan ketegasan petugas dalam menaati dan mengingatkan wisatawan agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

Para pengunjung yang berwisata ke De Djawatan, Banyuwangi. (22/9/2019)KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Para pengunjung yang berwisata ke De Djawatan, Banyuwangi. (22/9/2019)

Baca juga: Bak Negeri Dongeng, Sensasi Masuk ke Hutan Kota De Djawatan

"Selalu diingatkan. Tegas sekali petugasnya. Aku salut sama bapak-bapak yang bertugas. Memang mereka sangat menerapkan protokol kesehatan. Ini bagus sekali karena memang kan wisatawan kalau habis foto-foto itu kadang lupa pakai masker lagi," imbuh dia.

Lalu apa saja keindahan De Djawatan?

Hutan trembesi indah hanya satu jam dari Kota Banyuwangi

Dion menceritakan pengalamannya melihat keindahan alam De Djawatan Banyuwangi. Tempat ini merupakan hutan trembesi dengan pohon-pohon besarnya yang indah dan cocok untuk spot foto Instagramable.

Seorang pengunjung De Djawatan sedang berfoto dengan latar belakang pepohonan trembesi raksasaKOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Seorang pengunjung De Djawatan sedang berfoto dengan latar belakang pepohonan trembesi raksasa

Jarak yang tak jauh dari pusat kota, kata dia, hanya sekitar satu jam dari Kota Banyuwangi, menjadikan tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Dion pun mengakui bahwa keindahan alam De Djawatan mampu membuat tempat ini memiliki rating tertinggi dari wisatawan dalam beberapa tahun belakangan.

Baca juga: De Djawatan Banyuwangi, Bagai Masuk ke Hutan Lord of The Rings

"Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang sudah mengunjungi De Djawatan ini. Selain memang menikmati alam, terus juga pepohonan yang rindang," ujar dia.

Spot foto Instagramable ala film The Lord of The Rings

Jika kamu penikmat film, pasti akan berdecak kagum ketika berkunjung ke tempat ini. Benar saja, karena De Djawatan mirip dengan latar lokasi salah satu film The Lord of The Rings.

Hutan lebat dengan pohon-pohon besarnya ini pun kerap menjadi latar belakang foto yang Instagramable.

Hutan De Djawatan Benculuk di Banyuwangi Dok. Humas Kementerian Pariwisata Hutan De Djawatan Benculuk di Banyuwangi

Pepohonan trembesi raksasa ini tidak memiliki kesan seram sekalipun, justru orang-orang berbondong datang untuk berfoto dan merasakan keteduhan saat berada di sini.

Jika kamu berdiri di tengah jalan setapak dengan latar kiri dan kanan pohon trembesi raksasa, maka kamu akan terlihat sangat kecil saat berada di samping pohon.

Naik andong mengelilingi De Djawatan

Tak hanya spot foto, kamu juga bisa bersantai mengelilingi De Djawatan dengan hanya duduk di kursi andong.

De Djawatan memang memiliki salah satu aktivitas wisata menarik seperti berkeliling menggunakan andong.

Adapun tarif untuk naik andong ini dipatok sekitar Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.

Jasa Dokar di De Djawatan BanyuwangiKOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jasa Dokar di De Djawatan Banyuwangi

Baca juga: 5 Tips Berwisata ke De Djawatan Hutan Lord of The Rings di Banyuwangi

Masih ada wahana lainnya yang bisa kamu coba selain naik andong, misalnya naik kuda, atau pun naik ATV.

Jika kamu ingin bersantai tanpa harus lelah berjalan kaki, bisa memilih di antara ketiga fasilitas transportasi tersebut.

Untuk naik kuda tunggang, kamu harus membayar biaya sewa Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Sementara untuk tarif naik ATV sekitar Rp 50.000.

Tarif tiket masuk De Djawatan

Tertarik berkunjung ke De Djawatan? Kamu harus membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang.

Kamu juga harus memerhatikan waktu operasionalnya mulai pukul 07.00 WIB. Setiap hari Senin, De Djawatan akan tutup untuk melakukan kebersihan di area wisata dan evaluasi protokol kesehatan Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X