Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Klaten, Cara Warga Bangkit dari Pandemi

Kompas.com - 14/09/2020, 07:31 WIB

KOMPAS.com - Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah membuat satu hal positif untuk bangkit dari pandemi. Desa ini membuat satu buah tempat wisata bernama Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo.

Tempat wisata ini diinisiasi langsung oleh warga setempat yang memanfaatkan lahan kosong untuk membuat satu daya tarik wisata.

Tak main-main, Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo juga memiliki direktur dan sekretaris yaitu Teguh dan Danik Kurdiyanto. Keduanya merupakan inisiator pertama atas berdirinya tempat ini.

Baca juga: Bukit Sidoguro di Klaten, Tempat Wisata Hits Mirip Gardens by the Bay Singapura

Tempat wisata ini baru saja berdiri sekitar dua minggu. Saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/9/2020), Teguh mengatakan bahwa alasan mendirikan wahana wisata baru di Klaten itu adalah untuk mengajak warga kembali produktif di tengah pandemi.

"Selama pandemi kan pemerintah menyarankan untuk lebih baik di rumah saja. Makanya warga itu jadi tidak produktif dan banyak yang menganggur dan tidak punya penghasilan sama sekali," kata Teguh

Ia melanjutkan, akhirnya muncul inisiatif untuk memanfaatkan lahan yang tidak terpakai dan disulap menjadi tempat wisata.

Daya tarik wisata dan keunikan ragam ornamen hasil gotong royong warga

Tempat wisata ini memiliki ragam aktivitas dan daya tarik wisata, seperti Kampoeng Pecel, Camping Ground, Outbound, dan Edukasi Agrotech Nata De Aloew.

Camping Ground di Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Bayat, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Camping Ground di Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Semua wisatawan bisa menjajal langsung beragam aktivitas wisata menarik yang ada di sini. Uniknya, masyarakat desa benar-benar ambil bagian dari pengelolaan tempat wisata.

Salah satunya terlihat dari beragam ornamen hasil gotong royong warga yang mengumpulkan barang-barang bekasnya.

"Dengan swadaya masyarakat setempat dan memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai, seperti kayu, bambu, botol plastik dan ban bekas misalnya," ujar Teguh.

Baca juga: Umbul Ponggok di Klaten, Wisata Bawah Air yang Instagramable

Para pemuda-pemudi desa pun diajak untuk mengelola tempat wisata ini. Menurut Sekretaris Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Danik Kurdiyanto, ia bersama Teguh mengajak serta pemuda-pemudi agar memiliki kegiatan bermanfaat selama masa pandemi.

"Kami merangkul pemuda-pemudi di sini juga ikut andil supaya mempunyai pekerjaan sampingan di saat masa sekolah atau kuliah online agar bermanfaat," kata dia.

Jalin kerja sama agar warga wilayah lain bisa bekerja

Keseriusan warga desa untuk mengelola tempat wisata ini juga terlihat dengan adanya kerja sama antara Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nerang Jaya Ngerangan, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumunar.

Suasana Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Suasana Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Klaten, Jawa Tengah.

Danik menjelaskan, ke depannya juga akan ada elemen atau pihak pendukung pariwisata juga yang dilibatkan.

Tujuannya, kata dia untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga wilayah lain yang terdampak Covid-19.

Baca juga: Wisata ke Umbul Cokro di Klaten, Bisa Rafting dan River Tubing

"Ke depan, kami juga tidak menutup kemungkinan membuka lowongan pekerjaan dari wilayah lain guna pemberdayaan warga lokal serta setidaknya ada upaya mengurangi angka pengangguran," imbuh Danik.

Belum ada tiket masuk, warga bebas beraktivitas wisata

Ingin melihat keindahan Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo? Kamu bisa mengunjungi setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Untuk harga tiket masuknya pun juga belum dikenakan tarif alias gratis, termasuk gratis biaya parkir kendaraan.

Wisatawan yang datang tengah mengambil makanan pecel di Kampoeng Pecel, Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Wisatawan yang datang tengah mengambil makanan pecel di Kampoeng Pecel, Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Klaten, Jawa Tengah.

Wisatawan yang berkunjung bebas menikmati beragam aktivitas, seperti makan pecel dengan suasana perdesaan di Kampoeng Pecel, minum es dawet original dan khas di desa ini, yaitu Dawet Lidah Buaya, camping ground, berburu spot selfie, hingga aktivitas outbond.

Selain itu, jika ingin menginap, Teguh mengatakan warga desa siap membuka homestay untuk wisatawan yang datang dan ingin bermalam di tempat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.