PSBB Jakarta, Bus Wisata Transjakarta Berhenti Operasi

Kompas.com - 14/09/2020, 09:15 WIB
Masyarakat mengantre saat menaiki bus wisata di kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2019). Bus wisata dimanfaatkan masyarakat untuk berkeliling ibukota bersama keluarga secara gratis. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOMasyarakat mengantre saat menaiki bus wisata di kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2019). Bus wisata dimanfaatkan masyarakat untuk berkeliling ibukota bersama keluarga secara gratis.

KOMPAS.com - PT Transportasi Jakarta ( TransJakarta) memutuskan untuk meniadakan layanan bus wisata di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengetatan yang akan dimulai pada Senin (14/9/2020).

Dilansir dari Antara, Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas TransJakarta Nadia Disposanjoyo mengungkapkan, rute wisata Transjakarta mulai hari ini ditiadakan.

Hal ini mengacu dari arahan Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menutup tempat-tempat wisata selama masa PSBB fase II.

Untuk itu, dapat dipastikan, layanan bus tingkat yang biasanya digunakan sebagai Bus Wisata di Ibu Kota tidak akan terlihat selama PSBB pengetatan.

Baca juga: PSBB Jakarta, 30 Tempat Wisata Milik DKI Jakarta Tutup

Meski demikian, Nadia mengatakan mulai Senin (14/9) hingga Rabu (16/9) pihaknya masih tetap memberlakukan pola operasi layanan TransJakarta seperti pada fase PSBB transisi.

"TransJakarta saat ini masih melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pelaksanaan pola operasi yang disesuaikan," kata Nadia.

Nadia pun mengatakan akan segera memberikan perkembangan terbaru jika didapatkan perubahan pola operasi TransJakarta usai berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Baca juga: PSBB Jakarta, Ini 40 Tempat Wisata di Jakarta yang Tutup Mulai 14 September 2020

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengumumkan secara resmi status Jakarta menjalani PSBB dengan pengetatan mulai Senin (14/9) karena peningkatan kasus COVID-19 di Ibu Kota yang terus meninggi setiap harinya.

"Menyaksikan kejadian 12 hari terakhir ini kami merasa perlu untuk melakukan pengetatan. Agar pergerakan pertambahan kasus di Jakarta bisa terkendali," kata Anies lewat konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu.

"Karena bila ini tidak terkendali dampak ekonomi, sosial, budaya akan menjadi sangat besar," lanjutnya.

Anies menyebutkan setidaknya ada lima kegiatan yang dihentikan seluruhnya selama PSBB pengetatan dilakukan di antaranya kegiatan berolahraga di sarana khusus olahraga, kegiatan belajar di sekolah ataupun kegiatan yang mengumpulkan kerumunan seperti seminar.

Llalu kegiatan di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), kegiatan di tempat-tempat wisata, dan terakhir kegiatan resepsi pernikahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X