PSBB Jakarta, Pendiri M Bloc Ajak Komunitas Kreatif Berperan Aktif Lawan Covid-19

Kompas.com - 14/09/2020, 21:31 WIB
Foto Wage Rudolf Supratman menghiasi M Bloc Space di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAFoto Wage Rudolf Supratman menghiasi M Bloc Space di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

KOMPAS.com - Salah satu pendiri M Bloc Space, Handoko Hendroyono berpendapat terkait berjalannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9/2020).

Meski menutup aktivitas kunjungan publik seperti dine in atau makan di tempat, nongkrong, hingga rekreasi di M Bloc, pihaknya memutuskan untuk tetap membuka layanan tenant di ruang kreatif yang baru diresmikan tahun 2019 itu.

Menurut dia, alasan tetap membuka tenant adalah untuk membantu perekonomian tetap berjalan.

"Peran dari komunitas kreatif itu sangat perlu untuk aktif, karena kita punya tanggung jawab besar terhadap kesehatan dan ekonomi," kata Handoko saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Baca juga: M Bloc Space, Tempat Hits Baru Anak Muda Jakarta

Dampak Covid-19 yang begitu besar melanda sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilainya menjadi satu momen tepat agar semua pihak dapat bahu membahu melawan pandemi.

Salah satu cara untuk bahu membantu melawan pandemi, kata dia, dimulai dari menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat kreatif.

M Bloc sendiri telah buka kembali sejak pertengahan Juni 2020 setelah sebelumnya tutup di masa awal pandemi Covid-19.

"Komunitas kreatif ya memang harus berperan aktif. Misalnya protokol kesehatan, dari kita buka, itu harus sudah diatur siapa saja yang datang, orangnya harus mendaftar terlebih dahulu, lalu kegiatannya gimana," ujar Handoko.

Baca juga: M Bloc Space, Saat Bangunan Tua Disulap Jadi Tempat Kongko Anak Muda

Dengan partisipasi seperti itu, imbuh dia, komunitas kreatif bisa tetap mengutamakan kesehatan dengan tetap mengembangkan ekonomi.

Semangat para tenant buat M Bloc mampu bertahan

Pada masa pandemi, M Bloc pun memiliki pesan kepada Jakarta agar segera bangkit menghadapi pandemi Covid-19.

Pesan tersebut tertulis di atas bangunan pintu masuk M Bloc bertuliskan Get Well Soon, Jakarta.

Ilustrasi suasana dalam area M Bloc Space, Jakarta Selatan.SHUTTERSTOCK/WIYONOPROJO Ilustrasi suasana dalam area M Bloc Space, Jakarta Selatan.

Padahal di sisi lain, M Bloc pun jelas terguncang akibat pandemi Covid-19. Baru beberapa bulan buka kembali dan sedang memulai ragam kegiatan menarik, PSBB ketat pun datang.

Baca juga: M Bloc Space Buka Kembali dengan Aturan New Normal Berikut...

M Bloc terpaksa menutup aktivitas tersebut dan fokus pada tenant. Meski terguncang, Handoko mengaku bahwa justru semangat para tenant yang membuat M Bloc yakin mampu bertahan selama PSBB.

"Alhamdulillah, hampir sekitar 80 persen, mereka (tenant) masih bersemangat. Ya sebenarnya ya semangat yang membisakan kita. Saya menaruh hormat pada tenant yang sangat bersemangat. Dengan segala pengorbanan dari jerih upayanya," sambung Handoko.

Tawarkan konsep pit stop untuk orang yang membeli makan minum di M Bloc

Jika biasanya M Bloc dikenal sebagai tempat kreatif anak-anak muda berdiskusi, bahkan nongkrong bersama, hal itu tidak akan bisa dilihat pada masa PSBB ini.

Masa PSBB Jakarta yang dimulai hari ini membuat M Bloc fokus pada pelayanan tenant, seperti makan dan minum.

M Bloc Space, Jakarta Selatan, resmi menutup sementara aktivitas kunjungan publik untuk nongkrong, dine in, hingga rekreasi. Tepat di atas pintu masuk M Bloc ada tulisan penyemangat untuk Jakarta agar segera sembuh dari Covid-19 Get Well Soon, Jakarta.Instagram @mblocspace M Bloc Space, Jakarta Selatan, resmi menutup sementara aktivitas kunjungan publik untuk nongkrong, dine in, hingga rekreasi. Tepat di atas pintu masuk M Bloc ada tulisan penyemangat untuk Jakarta agar segera sembuh dari Covid-19 Get Well Soon, Jakarta.

Adapun,  layanan makan minum tidak bisa dilakukan di tempat, artinya pelayanan hanya ditujukan untuk take away dan pemesanan online.

Menurut Handoko, M Bloc tengah mengusung konsep pit stop di mana orang bisa datang ke tenant dengan kendaraan, memesan makanan, lalu pulang.

"Kami putuskan untuk bisa masuk kendaraan, bisa seperti pit stop gitu. Orang-orang bisa belanja langsung untuk dibawa pulang (makanan atau minumannya), tapi dengan langkah ini, otomatis mengurangi jam operasional," sambung dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X