PSBB Jakarta, Pekerja Hotel dan Restoran Terancam Dirumahkan Lagi

Kompas.com - 15/09/2020, 10:19 WIB
Ilustrasi hotel SHUTTERSTOCKIlustrasi hotel

KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta, Krisnadi mengatakan, dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku mulai Senin (14/9/2020) akan terasa signifikan bagi para pekerja hotel dan restoran.

Ia menilai, akan ada masa di mana para pekerja tersebut akan kembali dirumahkan seperti pada masa PSBB jilid pertama.

"Ya kondisi sekarang pasti pengusaha akan keluarkan jurus kungfunya masing-masing untuk menyelamatkan kondisi keuangan, supaya bisa terbayar dengan adil, pasti akan terjadi lagi juga mereka (karyawan) yang dirumahkan," kata Krisnadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Baca juga: PHRI: PSBB Total Akan Berdampak Lebih Parah bagi Hotel dan Restoran

Kondisi seperti ini, kata dia, akan sama persis seperti pada awal PSBB jilid pertama di mana ada karyawan yang bahkan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga kerja secara bergantian atau shift.

Ia mengambil contoh seperti apa dampak yang akan dirasakan para pekerja ketika PSBB ketat kembali dijalankan.

"Saya ambil contoh pekerja di restoran, kan udah enggak boleh makan di dalam ya. Tadinya pekerja itu ada lima orang, sekarang tinggal dua orang aja yang bisa kerja. Hal-hal ini yang akan terjadi, ini enggak bisa dihindari," ujarnya.

Baca juga: Protokol Kesehatan Menginap di Hotel Saat PSBB Jakarta, seperti Apa?

Para pekerja restoran maupun hotel yang tadinya bertugas melayani tamu makan di tempat pun tidak bisa bekerja seluruhnya, karena adanya larangan makan di tempat atau dine in.

 

Okupansi akan ikut turun kembali

Sempat menguat pada periode Juli hingga Agustus 2020, okupansi hotel diperkirakan akan turun kembali seperti di masa awal Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Krisnadi ketika ditanya seperti apa dampak PSBB jilid kedua yang mulai berlangsung hari Senin (14/9/2020).

"Yah, sekarang kondisinya akan balik lagi ke masa awal Covid-19. Bulan Juli Agustus itu sebenarnya sudah meningkat, udah mulai menginjak dua digit," katanya.

Kalau sebelumnya itu hanya satu digit, artinya di bawah 10 persen. Kemarin itu mulai menanjak belasan persen bahkan sempat 20 persen lebih," lanjutnya.

Baca juga: PSBB Ketat Jakarta, Tamu Tak Boleh Berenang hingga Pesta di Hotel

Kondisi pada saat itu pun dinilai baik dan memunculkan harapan bagi sektor perhotelan. Meski demikian, sejak PSBB transisi hingga kini, belum semua hotel di Jakarta kembali dibuka.

"Masih ada yang tutup. Ya sejak bulan Juli meskipun masa transisi, belum semuanya buka kembali," terangnya. 

Sebelumnya, dalam Peraturan Gubernur nomor 88 Tahun 2020 tertulis bahwa penanggung jawab hotel wajib bertanggung jawab terhadap kegiatan perhotelan salah satunya meniadakan aktivitas dan atau menutup fasilitas layanan hotel yang menciptakan kerumunan orang dalam area hotel.

Selain itu, aturan tersebut juga bertuliskan, membatasi tamu hanya dapat beraktivitas dalam kamar hotel dengan memanfaatkan layanan kamar (room service).

Sektor perhotelan termasuk ke dalam salah satu bidang usaha yang masih diizinkan beroperasi selama PSBB Jakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liburan ke Puncak Bogor, Wisatawan Wajib Rapid Test Covid-19

Liburan ke Puncak Bogor, Wisatawan Wajib Rapid Test Covid-19

Whats Hot
Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Whats Hot
Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Jelang Akhir Tahun, Seperti Apa Mobilitas Wisatawan di Tengah Pandemi?

Whats Hot
Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia sejak Awal Pandemi Covid-19?

Whats Hot
Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Jakarta Aquarium Buka Lagi, Harga Tiket Mulai Rp 135.000

Whats Hot
Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Daftar 4 Maskapai yang Turunkan Tarif Tiket Pesawat hingga Akhir Tahun

Whats Hot
Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Jateng Bersiap Sambut Libur Panjang, Ada Rapid Test di Tempat Wisata

Whats Hot
Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Tempat Wisata di Bogor Boleh Buka, tetapi Harus Batasi Pengunjung

Whats Hot
Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Pemkab Lebak Tutup Seluruh Tempat Wisata Saat Libur Panjang Oktober 2020

Whats Hot
Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Tarif Tiket Lion Air Group Turun Menyusul Kebijakan Pemerintah Tanggung Airport Tax

Whats Hot
Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Harris Day 2020 Digelar Virtual, Peserta Lari dan Gowes dari Kota Sendiri

Whats Hot
Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Daftar 27 KA Jarak Jauh dari Jakarta

Whats Hot
Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Tarif Tiket Garuda Indonesia Turun

Whats Hot
Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Ada Tiket Murah Citilink hingga Akhir Tahun di 13 Kota Ini

Whats Hot
Peru Lanjutkan Penerbangan Internasional dan Buka Kembali Machu Picchu

Peru Lanjutkan Penerbangan Internasional dan Buka Kembali Machu Picchu

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X