Kompas.com - 15/09/2020, 20:08 WIB

Tak hanya itu, perayaan Galungan juga identik dengan penjor yang banyak terlihat di pinggir jalan.

Baca juga: Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

"Penjor itu bambu yang dihias dengan janur. Seni. Jadi ada dekorasi di sepanjang jalan di Bali. Mulai kemarin itu sudah ada," imbuh Pitana.

Pagi harinya saat Galungan, umat Hindu akan pergi ke pura di desa masing-masing untuk bersembahyang.

Setelah itu, umat akan bersembahyang ke pura keluarga. Keunikan perayaan Galungan identik dengan hal satu ini di mana umat juga bersembahyang ke pura keluarga.

"Jadi di masing-masing pekarangan di kampung itu ada pura keluarga. Kemudian, sekian keluarga punya pura gabungan, sekian gabungan keluarga itu punya lagi pura gabungan. Jadi ini kan karena leluhur itu bertingkat-tingkat, mengerucut seperti pohon," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.