Rumah Adat Kajang Ammatoa Bulukumba, Wajib Kenakan Pakaian Serba Hitam

Kompas.com - 16/09/2020, 14:08 WIB
Suasana rumah adat Kajang Ammatoa terletak di  Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana rumah adat Kajang Ammatoa terletak di Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

 

Lantai atas untuk gudang

Di lantai atas yang disebut para, adalah gudang untuk menyimpan bahan pangan seperti padi, jagung dan lain-lain.

Uniknya, semua posisi rumah adat ammatoa menghadap ke kibkat (barat). Namun ketika membangun rumah adat dikawasan ini tidaklah serta merta, tapi terlebih dahulu diadakan upacara adat.

"Sebelum membangun rumah, diadakan upacara adat yang dipimpin oleh uragi.

Kalau proses berdirinya rumah cepat karena dilakukan dengan gotong-royong,"ungkapnya. 

Baca juga: Pantai Tanjung Bira, Primadona dari Bulukumba

Tidak ada peralatan rumah tangga

Di dalam setiap rumah adat suku kajang, tidak ada satupun peralatan rumah tanggga. Tidak ada kursi ataupun kasur. Bahkan untuk transportasi hanya menggunakan kuda.

Sejak puluhan tahun, warga yang berada dikawasan adat ammatoa tidak boleh tersentuh dengan listrik dan alat-alat modern lainnya.

Warga hanya mengandalkan lampu yang dibuat dari kemiri campur kapas, kemudian dibuat seperti lilin, yang disebut dengan sulo sapiri atau dari irisan karet yang disebut dengan sulo gatta.

Baca juga: Mampir ke Bulukumba, Kunjungi 5 Destinasi Ini

Sumber penghasilannya warga adalah pertanian seperti jagung, padi, ubi jalar, ubi kayu, ubi rambat, cengkeh, kakao, langsat, durian, mangga, rambutan, dan karet.

Diketahui pemimpin tertinggi pemangku adat kajang adalah Ammatoa.

Dalam menjalankan tugasnya Ammatoa dibantu oleh adat lima Karaeng Tallu. Adat lima tersebut seperti Galla Pantama bidang Pertanian, Galla Kajang bidang Acara Adat.

Kemudian Galla Lombok bidang urusan luar dan dalam kawasan, Galla Puto bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Galla Malleleng bidang Perikanan dan Kelautan.

Sementara adat lima Karaeng Tallu seperti labbiria (puang karaeng) kajang bidang pemerintahan dan pembangunan, Sullehatan (wakil puang karaeng) kajang serta moncong buloa bidang pemerintahan khusus di tambangan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X